JAKARTA, RMNEWS.ID – Raja Felipe VI dan Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez pasrah menerima lemparan lumpur dari warga saat mereka mengunjungi kota Paiporta, Minggu (3/11/2024). Aksi ini dilakukan sebagai keluhan dari masyarakat kota tersebut yang dilanda banjir bandang akibat gagalnya sistem peringatan bencana.
Para warga pun serentak meneriakkan “pembunuh!” kepada para bangsawan dan pemimpin Spanyol selama kunjungan pada hari Minggu.
Diketahui, korban tewas akibat banjir bandang di negara Eropa itu telah meningkat menjadi 213 orang. Banjir bandang baru surut usai lima hari berlalu, sebagaimana dikutip dari Sindo.
Kerumunan massa yang marah di kota Paiporta memfokuskan sebagian besar amarahnya pada PM Sanchez dan kepala wilayah Valencia Carlos Mazon. Kedua pejabat tersebut kemudian dibawa pergi oleh para petugas keamanan.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia ikut terkena lemparan lumpur di wajah dan pakaian mereka saat mereka mencoba menenangkan massa yang marah.
Raja dan ratu tiba tepat setelah tengah hari di pusat krisis di Paiporta, lokasi awal bencana yang disebut Sanchez sebagai banjir paling mematikan kedua di Eropa abad ini.
Sementara Sanchez dan para politisi segera pergi, raja dan ratu Spanyol menghabiskan waktu satu jam mencoba menenangkan emosi warga sebelum meninggalkan tempat tersebut.
Stasiun televisi Spanyol melaporkan kunjungan para politisi dan bangsawan ke wilayah lain yang dilanda banjir telah ditangguhkan.
Hampir semua korban tewas akibat banjir terjadi di wilayah Valencia, di mana badan meteorologi Spanyol pada hari Minggu mengeluarkan peringatan baru untuk hujan lebat di wilayah tersebut.
Badan tersebut juga membunyikan alarm untuk hujan deras yang dapat menyebabkan banjir di provinsi selatan Almeria, dan menyarankan penduduk untuk tidak bepergian kecuali benar-benar diperlukan.
Editor: Andika
Sumber: Sindo























































