SIDOARJO, RMNEWS.ID – Aksi pencopeten terjadi saat tradisi Ruwah Desa di Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, yang dimeriahkan dengan acara grebeg gunungan tempe raksasa setinggi 10 meter digelar. Akibatnya, suasana pun menjadi ricuh dan membuat para warga panik.
Lebih dari 40 warga melaporkan kehilangan ponsel dan dompet saat berebut gunungan tempe dan hasil bumi lainnya dalam acara yang digelar pada Minggu (16/2/2025).
Sejak pagi, ratusan warga telah memadati lapangan desa untuk mengikuti acara tahunan ini. Suasana semakin semarak ketika panitia membuka acara dan gunungan mulai diperebutkan. Namun, di tengah euforia, aksi pencopetan terjadi.
Sejumlah pelaku diduga menyelinap di tengah kerumunan, bukan untuk berebut tempe, melainkan mencuri barang berharga milik warga. Situasi semakin memanas ketika salah satu terduga pelaku tertangkap basah dan menjadi sasaran amukan massa.
Beruntung, polisi yang berjaga di lokasi segera bertindak cepat dan mengamankan terduga pelaku sebelum situasi semakin memburuk. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.
Fatma, salah satu korban mengaku kehilangan ponsel dan uang saat berebut gunungan tempe. Ia merasa tasnya ditarik seseorang di tengah kerumunan, tetapi tidak bisa berbuat banyak karena terdorong oleh massa.
“Saya merasakan tas saya ditarik, tetapi karena berdesakan, saya tidak mengerti karena didorong orang,” kata Fatma sebagaimana dilansir dari BeritaSatu.
Warga lain bernama Sulis juga mengalami hal serupa. Ia berharap barang-barangnya yang hilang dapat dikembalikan.
“Tolong kembalikan, itu bukan milik kalian,” tegas Sulis.
Kepala Desa Sedenganmijen Hasanuddin mengakui pihaknya kecolongan dalam mengantisipasi aksi kejahatan ini.
“Kalau ada acara besar seperti ini, di tempat lain pun (ada aksi copet). Ini bukan skenario yang kita harapkan,” ungkap Hasanuddin.
Editor: Andika
Sumber: BeritaSatu
























































