LINGGA, RMNEWS.ID- Anggota DPRD Lingga fraksi partai Nasdem, Yudi Saputra,.SH resmi menutup kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Mepar, Jumat, 22 Agustus 2025.
Pada acara penutupan PHBN itu, Yudi sekaligus melepas 10 orang Mahasiswa KKN dari Stisipol Tanjungpinang yang telah melaksanakan kegiatannya selama 42 hari di Desa Mepar.

Dalam sambutannya, Yudi menyampaikan rasa senang bisa hadir pada penutupan PHBN di Desa Mepar seta berterima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam perayaan PHBN di Desa Mepar.
“Terima kasih saya sampaikan kepada PKK Desa Mepar, pemuda dan pemudi, masyarakat dan semua pihak yang telah bersusah payah menyukseskan kegiatan kita Tahun ini. Semangat gotong royong dan kebersamaan mari terus kita jaga,” tutur Yudi.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Mepar, Faif Sundoyo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut meramaikan dan memeriahkan PHBN di Desa Mepar, sehingga rangkaian acara PHBN berjalan sukses.
“Saya sampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta membantu agar jalannya PHBN ini berjalan baik. Saya juga sampaikan selamat kepada para pemenang lomba pada acara PHBN. Jangan memandang hadiahnya, pandanglah itu sebagai pesan kebersamaan dan kekompakan kita,” ujar Faif Sundoyo.

Faif Sundoyo, juga mengapresiasi para Mahasiswa KKN Stisipol yang telah menerapkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah masyarakat, menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial, serta membangun karakter kepemimpinan dan kemandirian.
“Terima kasih untuk adik-adik KKN atas pengabdiannya di Desa Mepar, semoga ilmu dan pengalamannya bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” ucap Faif Sundoyo.
Di depan Anggota DPRD Lingga itu, Faif Sundoyo juga menyampaikan, bahwa di hari kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia ini, warga Desa Mepar belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.
“Pasalnya, listrik di Desa Mepar sehari hanya menyala 14 jam, kemudian akses dari Tanjung Buton ke Desa Mepar yang hanya tinggal 200 meter saja belum tersambung, meski sudah 3 Tahun diperjuangkan, semoga dengan hadirnya Bapak Yudi disini aspirasi warga Desa Mepar dapat didengar oleh pemerintah,” jelas Faif Sundoyo.

Faif Sundoyo juga berterima kasih kepada sejumlah warga negara Singapura yang juga hadir pada penutupan PHBN Desa Mepar.
“Terima kasih telah datang dan mensupport acara ini, semoga jalinan silaturahmi antara warga Desa Mepar dan keluarga di Singapura tetap terjaga,” tutup Faif Sundoyo.**
Redaktur: Gusti Rangga























































