JAKARTA, RMNEWS.ID- Arab Saudi resmi membuka lowongan besar-besaran untuk 31.000 posisi imam dan muazin yang akan ditempatkan di ribuan masjid di seluruh wilayah kerajaan.
Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Bimbingan Islam, Sheikh Abdullatif Al Sheikh, pada Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa seluruh posisi tersebut merupakan pekerjaan paruh waktu, sehingga memungkinkan pelamar menjalani dua pekerjaan sekaligus. Langkah ini juga telah mendapatkan persetujuan penuh dari Raja Salman bin Abdul Aziz.
Sheikh Abdullatif menegaskan bahwa pembukaan lowongan secara besar-besaran ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masjid, termasuk kualitas administratif dan teknis di seluruh kantor wilayah kementerian.
Dengan bertambahnya tenaga imam dan muazin, operasional masjid diharapkan berjalan lebih optimal.
Posisi imam dan muazin ini hanya diperuntukkan bagi warga Saudi. Ia juga mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat agar segera mendaftarkan diri melalui sistem insentif yang tersedia di kantor wilayah kementerian.
“Jumlah posisi yang besar ini akan memberikan dampak positif pada aparatur administrasi dan teknis kementerian beserta cabang-cabangnya,” ujarnya, dikutip dari CNN.
Program rekrutmen ini menjadi bagian dari Rencana Ketenagakerjaan Nasional di bawah Kementerian Urusan Agama Islam.
Sheikh Abdullatif menyampaikan bahwa proyek ini sekaligus menandai selesainya program rekrutmen nasional yang telah mengangkat total 91.000 pekerja, termasuk 60.000 posisi yang telah terisi di fase sebelumnya.
Kementerian juga mencatat sejarah dengan menyelesaikan proyek perekrutan terbesar yang pernah dilakukan Arab Saudi—yakni mengangkat 60.000 warga Saudi laki-laki dan perempuan untuk berbagai posisi di seluruh kantor wilayah.
Langkah besar ini mendukung pencapaian Visi Arab Saudi 2030, yang fokus pada modernisasi sistem pemerintahan dan efisiensi pelayanan publik.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: CNN























































