JAKARTA, RMNEWS.ID- Serangan udara Israel ke pinggiran Kota Beirut, Lebanon, pada Minggu (23/11/2025), menewaskan seorang komandan senior Hizbullah, Ali Tabatabai.
Kabar tewasnya Tabatabai dikonfirmasi langsung oleh Hizbullah dalam pernyataan resmi mereka.
Kelompok tersebut menyampaikan duka mendalam atas kematian Tabatabai yang disebut sebagai salah satu komandan militer kunci dalam struktur pertahanan Hizbullah.
Selain Tabatabai, empat anggota Hizbullah lainnya juga dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, militer Israel menyatakan bahwa serangan ke wilayah pinggiran Beirut itu dilakukan atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Serangan tersebut disebut sebagai tindak lanjut rekomendasi Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf IDF Eyal Zamir.
Mereka menuduh Ali Tabatabai terlibat dalam upaya peningkatan kemampuan persenjataan Hizbullah dan menjadi figur penting dalam sejumlah operasi strategis kelompok tersebut.
Serangan terbaru ini semakin mempertegas konsistensi Israel dalam melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 27 November 2024.
Menurut laporan pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, Israel tercatat melakukan lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat di wilayah Lebanon.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, tentara Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025.
Namun hingga kini, Israel hanya menarik sebagian pasukan dan masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa dalam serangan ke Beirut kali ini, lima orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka.
Secara total, sejak gencatan senjata berlaku tahun lalu, setidaknya 331 warga Lebanon telah tewas dan 945 lainnya luka akibat berbagai serangan Israel.
Serangan ke Beirut ini bukan yang pertama kali terjadi. Israel telah beberapa kali melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut sejak gencatan senjata.
Serangan sebelumnya dilaporkan terjadi pada Juni 2025 dan memicu kecaman internasional atas stabilitas keamanan kawasan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Al Jazeera























































