JAKARTA, RMNEWS.ID- Kontingen Indonesia resmi mengakhiri perjuangan di SEA Games 2025 dengan hasil yang membanggakan.
Tim Merah Putih sukses mengamankan posisi runner-up klasemen akhir, sebuah pencapaian yang menyamai torehan historis Indonesia pada 30 tahun silam.
Berdasarkan data klasemen akhir, Indonesia mengoleksi total 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Posisi puncak masih diduduki oleh tuan rumah Thailand dengan dominasi 233 emas, sementara Vietnam harus puas di posisi ketiga dengan 87 emas.
Pencapaian posisi dua besar ini menjadi milestone penting bagi olahraga nasional.
Indonesia terakhir kali mencicipi posisi runner-up pada SEA Games 1995 yang saat itu juga digelar di Thailand.
Menariknya, perolehan medali tahun ini jauh melampaui catatan 1995 yang kala itu mengumpulkan 77 medali emas.
Hasil ini sekaligus melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelum keberangkatan atlet.
Cabor Unggulan dan “Ratu” Triathlon
Indonesia juga mengukuhkan dominasi dengan menjadi Juara Umum di lima cabang olahraga, yakni badminton, panahan, pencak silat, wushu, dan perahu naga.
Bintang lapangan pada edisi kali ini jatuh kepada Martina Ayu Pratiwi.
Atlet Triathlon ini menjadi sorotan dunia setelah sukses memborong lima medali emas, menjadikannya atlet penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia.
Selain dominasi cabor langganan, SEA Games 2025 juga mencatat tinta emas dari cabor yang baru pertama kali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
Tim Futsal Putra mencetak sejarah fenomenal dengan raihan emasnya, diikuti oleh cabor Equestrian (berkuda) dan Hoki Es Putra yang tampil mengejutkan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Viva























































