JAKARTA, RMNEWS.ID— Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat kembali menjadi perbincangan publik setelah potongan pernyataan Hard Gumay dalam sebuah podcast lama beredar luas di media sosial.
Pernyataan tersebut diungkapkan Hard Gumay dalam podcast Curhat Bang bersama Denny Sumargo pada akhir Desember 2025.
Dalam tayangan itu, Hard Gumay sempat menyebut wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung Barat, berpotensi mengalami peristiwa tanah longsor pada 2026.
Ia menyatakan longsor yang terjadi tidak berskala besar, namun tetap menimbulkan kerusakan rumah serta korban jiwa dalam jumlah terbatas.
Cuplikan pernyataan tersebut kembali viral seiring terjadinya longsor yang benar-benar menelan korban.
Video podcast tersebut juga dibagikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun media sosialnya.
Dalam unggahan itu, Dedi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban bencana longsor di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya dua warga Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang tertimpa longsor saat sedang beristirahat,” ujar Dedi, Minggu (25/1/2026), dikutip dari Okezone.
Ia juga mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Selain menyampaikan duka, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana oleh seluruh unsur pemerintahan.
Ia meminta aparat mulai dari tingkat RT, RW, desa, hingga kabupaten untuk lebih aktif memetakan potensi bencana di wilayah masing-masing, terutama di daerah rawan longsor.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, juga telah menyiapkan santunan uang duka sebesar Rp25 juta untuk setiap korban meninggal dunia.
Ia mengimbau warga yang tinggal di kawasan lereng atau daerah rawan longsor agar sementara waktu mengungsi, mengingat curah hujan tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus siaga dan memantau kondisi masyarakat terdampak bencana,” tutupnya.
Peristiwa longsor ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang rawan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Okezone
























































