Proyek Jalan Senilai Miliaran Rupiah Siluman Jadi Sorotan Publik Karena Tanpa Papan Nama Dan Diduga Dikerjakn Tidak Sesuai Spesifikasi Teknik
BATAM, RMNEWS.ID-Pelaksanaan pekerjaan proyek pemerintah di Kota Batam banyak yang tidak memakai papan nama atau indentitas proyek. Salah satu adalah proyek pembangunan pelebaran bahu kiri-kanan jalan di Batam Centre.
Publik mempertanyakan Transparansi pelaksanaan proyek Pekerjaan pelebaran kiri-kanan jalan Puri Legenda dan Jalan Raja Isa depan PT Tunas Gimli, Kota Batam. Proyek pekerjaan pembangunan pelebaran bahu kiri-kanan jalan tersebut tidak diketahui siapa pemilik proyek tersebut
Pasalnya, pembangunan proyek pelebaran jalan yang diperkirakan sepanjang 3 kilimeter dengan anggaran miliaran rupiah itu bisa dibilang merupakan proyek “Siluman “ karena sepanjang jalan pekerjaan proyek itu sama sekali tidak terpasang papan informasi proyek.
Padahal proyek-proyek yang dikerjakan menggunakan uang negara, wajib memasang papan nama sebagai indentitas proyek, jika demikian apa tugas konsultan pengawasan, sehingga rekanan berani mengabaikan peraturan pemerintah di proyek yang sedang dikerjakan.
Memasang papan nama proyek telah diatur dengan sejumlah aturan dan perundang-undangan yang dapat menjadi rujukan bagi pelaksana pekerjaan seperti, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 29/PRT/M/2006 Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006).
Kemudian Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor. 12/PRT/M/2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Pekerjaan (Permen PU 12/2014). Artinya, setiap pembangunan proyek yang menggunakan uang negara wajib memasang papan nama.
Selain itu sebagai rujukan juga Undang-undang no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Serta Perpres no 54 tahun 2012 mengatur bahwa setiap pembangunan fisik menggunakan anggaran negara wajib untuk memasang papan nama proyek.
Pekerjaan Proyek Pelebaran Jalan Batam Centre “Asal Siap”

Proyek pembangunan kiri-kanan bahu jalan di Batam Centre yang sama sekali tidak memakai papan nama proyek. (Foto/Fuat).
Tujuannya tidak lain sebagai sarana informasi publik dan kepada masyarakat untuk mengetahui jenis kegiatan proyek yang sedang dikerjakan, penggunakaan anggaran apakah APBD atau APBN, volume pekerjaan, kontraktor yang mengerjakan dan tenggat waktu pelaksananya.
Namun proyek pelebaran kiri-kanan jalan di Batam Centre ini tidak jelas apakah proyek yang diperkirakan menelan anggaran miliaran rupiah ini milik Pemerintah Kota Batam atau BP Batam, karena sepanjang jalan yang dikerjakan tersebut sama sekali tidak ada indentitas proyek alias (Siluman).
Semestinya pihak kontraktor tidak mengabaikan kewajiban memasang papan nama proyek pekerjaan yang sedang dikerjakan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga publik tidak bertanya tanya.
Akan tetapi pekerjaan pembangunan jalan proyek yang satu ini patut dicurigai karena proyek tanpa indentitas tidak tertutup kemungkinan membuka celah terjadinya penyimpangan terutama teknis pekerjaan tidak sesuai spesisikasi, ketahanan infrastruktur jalan, proses pengerjaan yang tidak sistematis dan standar pekerjaan yang tidak sesuai prosedur.
Investigasi yang dilakukan awak media ini dilapangan, Selasa (26/5/2026) terlihat pengerjaan pelabaran jalan tersebut dilakukan “ asal siap “ terutama pemadatan tanah setelah penggalian dan penggurugan tanah dasar untuk fondasi tampak tidak padat sehingga jika lapisan fondasi bawah dipasang seperti batu pecah, besar kemungkinan tidak tahan menanggung beban kenderaan.
Selain itu, pekerjaan galian atau cut dan fill dilakukan asal asalan diduga tidak sesuai elevasi, dimana matrial yang tidak memenuhi spesifikasi, ternyata tidak dibuang dan diganti dengan matrial yang sesuai. Tapi oleh kontraktor pelaksana langsung dipadatkan menggunakan alat berat Compactor/Roller merek Sakai.
Kontraktor yang masih abu-abu indentitasnya ini ingin mendapatkan keuntungan besar dari pekerjaan proyek tampa mengabaikan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat setempat juga mempertanyakan, proyek pelebaran jalan Raja Isa dan Puri Legenda Batam Centre yang saat ini tengah dikerjakan tersebut apakah milik Pemerintah Kota Batam atau BP Batam Batam?.
Dilokasi pengerjaan kontraktor pelaksana pekerjaan hanya memasang tanda Hati Hati sedang ada pekerjaan jalan. Namun ketika awak media ini melakukan investigasi ke lokasi proyek itu sama sekali tidak ditemukan terpasang papan nama proyek.
Sementara di lokasi pekerjaan terlihat sejumlah alat berat, sedangkan proyek itu dilapangan juga sama sekali tidak kelihatan ada pengawasan dari pihak yang berkompoten atau pengguna jasa.
Hingga berita ini di tayangkan, pihak kontraktor pelaksana dan pengguna jasa proyek tersebut belum berhasil di konfirmasi terkait proyek pembangunan Siluman tersebut.***
Redaksi : Mawardi























































