BATAM, RMNEWS. Proyek pembangunan jalur pejalan kaki (pedestrian) sepanjang 2,7 Km dari mulai depan Bank Indonesia (BI), depan Ferry Terminal, Bundaran BP Batam dan Bundaran Madani Batam Centre, menjadi sorotan publik.
Pasalnya, Proyek yang kabarnya menelan anggaran 35,2 miliar tersebut dinilai proyek siluman dan terkesan tak bertuan. Sebab, sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.
Pantauan RMNEWS dilapangan, Rabu, 4 Januari 2022, proyek yang disebut sebut dikerjakan oleh PT. KISNA JAYA, masih terlihat sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan pembuatan drainase. Namun sepanjang proyek tersebut tidak terlihat papan nama yang memuat informasi proyek tersebut.
Salah seorang security, yang enggan menyebut indentitasnya, ketika di konfirmasi terkait keberadaan plang proyek, mangaku bahwa proyek tersebut memang tidak menggunakan plang nama Proyek.
Belum jelas diketahui. Apakah proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama tersebut merupakan indikasi sebagai trik untuk mengelabui masyarakat agar tidak termonitor berapa besar anggaran, siapa kontraktor pelaksana dan waktu pelaksanaan kegiatan itu.
Hingga berita ini di publish, sejumlah pihak yang berkompoten terhadap proyek ini belum berhasil dikonfirmasi.
Tim Liputan R M NEWS melaporkan dari Batam.























































