BATAM, RMNewstv. Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengungkapkan di berbagai kesempatan, bahwa pembangunan Batam, hingga tahun 2024 mendatang masih menitikberatkan pada program pembangunan infrastruktur. Menurut Rudi, Hal ini penting, guna mendukung sektor potensial. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang belakangan ini terhambat akibat pandemic covid-19.
Mengingat potensi daerah, terutama sektor pariwisata menjadi kegiatan ekonomi yang dapat diandalkan, maka sejak 2016 lalu Rudi dan wakilnya, Amsakar Achmad, memiliki perhatian khusus pada pengembangan infrastruktur.
Rudi yang juga Kepala BP Batam, memaparkan sejumlah kebijakan pembangunan lain yang akan dia dilakukan, seperti pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, yang akan dilaksanakan oleh konsorsium.
Dimana pengembangan akses, infrastruktur transportasi udara ini, akan menjadi daya dukung mobilitas di Batam, baik mobilitas masyarakat setempat, wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Rudi menyebut penyediaan akses penghubung merupakan hal yang krusial.
Sedangkan, akses menuju pusat kota Batam, yakni Jalan Jenderal Sudirman memanjang hingga sampai Pelabuhan Batuampar dan sebaliknya dari mulai Simpang Laluan Madani hingga bandara, yang menjadi poros utama dan kebanggaan Kota Batam, akan ditingkatkan menjadi lima jalur, sementara sisi kiri-kanan sepanjang jalan tersebut akan ditanami kayu jati emas.
Selain bandara, lanjut Rudi, pengembangan KEK Kesehatan di Sekupang, termasuk pasilitas rumah sakit dan tersedianya infrastruktur kesehatan serta didukung akses penghubung, akan menjadi daya tarik bagi Batam. Selain itu, Pengembangan Pelabuhan Batuampar juga tidak luput dari perhatian. Sektor ini memiliki potensi yang sangat besar yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Rudi menambahkan, dia optimis harapan besar ini bisa dicapai apabila didukung semua pihak, terutama Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkompinda) dan masyarakat Batam.























































