BINJAI, RMNEWS.ID-Kondisi sekolah SMP Negri 3 Binjai di Jalan Soekarno Hata, No 17, KelurahanTanah Tinggi, Kecamatan Binjai timur, Kota Binjai bahwa selama dijabat oleh Warsi’in terkesan kumuh dan rawan banjir, padahal Warsi’in selaku Kepala Sekolah penguna anggran dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan sarana dan prasaran sekolah
Data yang diperoleh Rmnews.id, untuk anggaran dana BOS Tahun 2020 terdapat 1017 Siswa dengan anggaran sebesar Rp, 1.118.700.000,- dengan rincian berbagai kegiatan dan dengan laporan pertanggung jawaban dugaan Mark Uap dan dugaan Fiktip.
Rincian pengunaan dana BOS Tahun 2020 di SMP Negri 3 Binjai diantaranya untuk Kegiatan pembelajaran ekstra kulikuler, kegiatan asismen atau evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, pengembangan fropesi guru dan tenaga pendidikan, langanan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasaran sekolah, pembayaran honor, pembangunan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstra kulikuler serta kegiatan lain nya.
Sementara itu, ditahun 2020 diketahui masa pandemik Covid 19 yang mana proses belajar dan mengajar secara daring dan tidak ada tatap muka disekolah hingga tahun 2022, namun dalam laporan pertanggung jawaban oleh pihak penyelengara dana BOS terduga adanya penyelewengan. Pantauan Rmnews.id di Sekolah SMP Negri 3 Binjai terlihat kumuh dan disinyalir tidak ada perawatan, namun anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasaran sekolah hingga ratusan juta rupiah sesuai data yang yang ada.
Kepala Sekolah SMP Negri 3 Binjai Warsi’in secara berulang kali dikonfirmasi Medan Pos selalu tidak berada ditempat dan menurut Satpam bersama guru pengajar kalau Kepala Sekolah masuk sebentar lalu keluar mengikuti Rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Walikota Binjai. Menurut Ibu Sitepu ,”Bapak belakangan ini setiap harinyya rapat di Dinas Pendidikan dan juga rapat di kantor Walikota Binjai, dan jarang kembali lagi kesekolah” Kata Ibu Sitepu.
Sementara itu Dedi yang dipercaya sebagai bendahara BOS di Sekolah SMP Newgri 3 Binjai ketika dikonfirmasi Kamis (17/02/2020) mengakui lupa untuk pengunaan dana BOS Tahun 2020.“Saya lupa apa saja yang digunakan anggaran dana BOS Tahun 2020, dan Saya tak berani memberikan penjelasan, dan tanyak saja sama Kepala Sekolah, Kata Dedi mantan Satpam Srkolah SMP Negri 3 Binjai. Namun ketika Dedi dipertanyakan soal Plang pengumuman dalam pengunaan dana BOS yang tidak ada di Sekolah tersebut, dengan gamblang mengatakan ,”dulu memang ada, tapi sekarang tidak ada lagi,” Ungkapnya.
Ironisnya lagi, ketika Dedi dipertanyakan siapa ketua komite sekolah ditahun 2020, terlihat Dedi kebingungan dan terlihat gugup hingga asal menyebut Ginting, paparnya sambil tertunduk. Kerapnya Warsi’in selaku Kepala Sekolah menghilang dari sekolah terkesan menghindar dari kejaeran Wartawan, sedangkan Dedi selaku bendahara BOS di Sekolah SMP Negri 3 yang berat memberikan keterangan disinyalir upaya menutupi kegiatan yang terduga ada fiktip dan Mark Up dalam penyelengaraan pengunaan anggaran uang Negera.
Adanya dugaan kebocoran dalam pengunaan dana BOS, diminta pada penyidik Tipikor Polda Sumatra Utara atau penyyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra utara melakukan penyelidikan dan lidik serta pulbaket kepada Dedi selaku bendahara dana BOS bersama Warsi’in selaku Kepala Sekolah SMP Negri 3 Binjai yang terduga mainkan anggaran dalam upaya memperkaya diri pribadi ataupun kelompok.
Laporan : Supriadi Wartawan Rmnews.Id Sumatera Utara
























































