BATAM, RMNEWS.ID-Aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, di diminta turun tangan mengarahkan perhatian dalam Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan yang dibiayai dari Anggaran APBD Tahun 2022 di Dinas Pendidikan Kota Batam. Pasalnya, ada sejumlah pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) pada tingkat SMP Negeri dan Sekolah Dasar Negeri pada tahun anggaran 2022 di Instansi yang dipimpin Hendri Arulan, mulai dikerjakan pada tahun 2023. Ironisnya lagi pekerjaan proyek tersebut sudah dua kali di subkan kepada pihak ke tiga, oleh kontraktor pemenang tender.
Selain, pekerja pembangunan proyek itu yang tidak selesai sesuai kontrak di akhir tahun, kualitas pekerjaannya juga di ragukan diduga kuat penyimpangan dari speksifikasi teknik. Karena disinyalir anggaran proyek itu sudah tidak utuh seratus persen lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Aruan. (Foto : Dokumentasi).
Seperti pengerjaan proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 59 Batam, berlokasi di Perumahan Buana Bukit Permai, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung dengan pagu anggaran senilai Rp 665.116.867. Sebagai pelaksana proyek tersebut kontraktor CV Risky Anugrah Putra dan Konsultan CV Bintang Kepri Consultant.

Kepala SMP Negeri 59 Nadadap dan badrus Mandor Proyek saat diwawancarai. (Foto : Fuat Darminto).
Saat ini proyek Tahun anggaran 2022, dengan nomor kontrak : 056/SPK/T/PSMP/Disdik/VIII/2022 Tanggal 29 Agustus 2022, pelaksana pekerjaan selama 120 hari kalender, progress pekerjaannya masih sebatas pemasangan tiang dan dinding menggunakan batu batako.
Berdasarkan kontrak yang tertulis di papan plang proyek, semestinya proyek pembangunan RKB itu harus selesai pada akhir Desember 2022 tahun lalu, namun kenyataan dilapangan pelaksana pekerjaan proyek yang memakai bendera CV Risky Anugrah Putra itu malah dialihkan lagi kepada pihak lain yaitu kepada pemboorong asal Jakarta bernama Wira. Sedangkan sebelumnya pekerjaan proyek tersebut ditangani oleh pemborong bernama Diana.

Proyek RKB SMP Negeri 59 Anggaran Tahun 2021 bari selesai pengecatannya di Tahun 2023. (Foto : Fuat. D).
Badrus yang mengaku sebagai mandor di proyek itu ketika ditemui wartawan Rmnews.Id, Sabtu (21/1/2023) di lokasi proyek, membenarkan, pekerjaan proyek itu ditangani oleh Diana, ketika itu pekerjaan proyek tersebut masih pengecoran tiang dan pengecoran pondasi atau cakar ayam. Tapi mulai awal Januari 2023 pekerjaan proyek ini dialihkan kepada pemborong lain asal Jakarta bernama Wira.
”Proyek ini sebelumnya ditangani ibu Diana, tapi sekarang dialihkan kepada Wira, kami tidak tahu apa sebab dialihkan, kami ada 5 orang karyawan ibu Diana yang dipindahkan kesini dari Proyek pembangunan gedung BNN. Sejak ditangani Wira proyek pembangunan RKB ini sudah mulai masang dinding, kami targetkan dua bulan ini atau akhir Februari 2023 ini sudah selesai dikerjakan.”kata Badrus.

Plafon pembangunan RKB Anggaran Tahun 2021 SMP negeri 59 belum selesai. (Foto : Fuat Darminto).
Badrus yang di damping Kepala Sekolah SMP Negeri 59 Nadapdap, menjelaskan pekerjaan, tidak hanya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) ini yang tidak selesai dikerjakan. Pembangunan RKB disebelah ini juga belum selesai dikerjakan seperti pemasangan plafon dan toilet juga belum dikerjakan,”Bukan proyek ini saja yang belum selesai dikerjakan, tapi proyek pembangunan RKB disebelahnya, toilet dan plafonnya belum juga belum dipasangan,”kata Badrus.
Badrus yang di dampingi pekerja lainnya bernama Wahab menambahkan, selama mereka mengerjakan proyek RKB SMP 59 tersebut belum melihat ada pengawas dari Dinas Pendidikan yang turun ke lokasi.” Kami belum ada melihat pengawas dari dinas yang datang turun ke lokasi melihat pekerjaan ini, kami sudah hampir satu bulan disini belum ada melihat orang dinas kesini,”kata Badrus yang di amini teman pekerja yang lain.

Plafon Toileh RKB SMP Negeri 59 proyek Tahun Anggaran 2021 yang belum selesai dikerjakan. (Foto : Fuat. D).
Pantauan awak media ini di lokasi proyek SMP Negeri 59 Tembesi, jika dilihat dari proses pekerjaan proyek tersebut, tidak hanya pelaksanaan pekerjaan proyek itu yang molor, tapi kualitas pekerjaan proyek itu juga terlihat amburadul dan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi kontrak.
Terutama campuran semen dan pembesian dimana terlihat besi beton yang dipergunakan untuk pengecoran tiang dan cakar ayam tampak menggunakan besi berkualitas rendah non SNI, begitu juga campuran semen disinyalir lebih banyak pasir dari pada semen, demikian juga pasir yang digunakan tampak bercampur tanah.
Baidilah, Direktur CV Risky Anugrah Putra, yang beralamat di Perumahan Dompak Indah C No.44 Batu Sembilan Tanjungpinang Timur, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, hingga berita ini di publish belum berhasil di konfirmasi, pasalnya konfirmasi yang disampaikan media ini melalui pesan singkat ke WhatsApp ponsel yang bersangkutan tidak direspon.

Proyek pembangunan RKB SMP Negeri 59 tahun Anggaran 2022 tak selesai dikerjakan. (Foto : Fuat. D).
Demikian juga Wira selaku pemborong pengganti Diana pemborong yang menangani proyek tersebut sebelumnya, ketika di konfirmasi melalui WhatsApp ponselnya tidak bersedia memberikan komentar dan mengelak agar media ini menghubungi Badilah selaku kontraktor pelaksana.” Hub aja ke no ini pak wartawan.” Balas Wira.
Keterangan diperoleh media ini, tak hanya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 50 Tembesi yang tidak selesai dikerjakan pada Tahun anggaran 2022 alias bermasalah. Namun ada sejumlah proyek lain yang juga tidak selesai dikerjakan tepat waktu, diantaranya disebut-sebut proyek RKB SMP Negeri 28 Jln Hang Tuah, Komplek Perumahan Taman Raya Kelurahan Belian dan proyek RKB SMP Negeri 42 Perumahan Bida Asri, Kelurahan Belian Batam Kota.

Salah seorang pekerja yang diwawancarai awak media ini di lokasi proyek. (Foto : Fuat darminto)
Sebagai mana pemberitaan yang dilansir media ini sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Hendri Arulan, saat dikonfirmasi ulang oleh media ini Senin (23/1/2023) lewat sambungan telpon terkait tidak selesainya proyek RKB tahun anggaran 2022. Hendri, seperti kebakaran jenggot dan kecewa atas pemberitaan tersebut, ia mengatakan sangat kecewa,” Sepertinya berita itu tidak mendukung, saya sangat kecewa karena beritanya kesana kemari,”ujar Hendri sedikit kesal dalam percakapan melalui telpon dengan pimpinan Surat kabar Suara Mandiri Pos group koran Rakyat Media dan Rmnews.Id.
Terkait, mulai dikerjakan pembangunan proyek RKB SMP Negeri 59 Tembesi anggaran tahun 2022 dikerjakan pada tahun 2023, menurut Hendri, pihaknya dan kontraktor sudah sepakat addendum pekerjaan dengan penambahan waktu pekerjaan selama 50 hari ke depan, sudah sepakat mereka mampu dan pekerjaan saat ini sudah siap,” ujar Hendri dalam keterangannya pada media ini.

Proyek pembangunan RKB Tahun 2022 dikerjakan pada tahun 2023. (Foto : Fuat darminto).
Namun ia kesal dengan pemberitaan tersebut, karena sepertinya tidak mendukung, menurut Hendri berita yang dimuat mutar sana, mutar sini. Menurut Hendri berita tersebut tridak bagus, sampai kualitas proyek juga dipersoalkan, pembesian dan pengecoran juga dipersoalkan,” Apanya yang tidak sesuai spesifikasi, matrial yang kita pergunakan beton Ready mix, jadi apanya yang tidak sesuai,”kata Hendri kesal.
Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan, terkesan bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan, padahal hingga berita ini di publish proyek pembangunan gedung RKB SMP Negeri tersebut hanya baru sebatas tiang dan dinding. Hendri mengatakan bahwa pembangunan gedung RKB tersebut saat ini sudah siap. Jika demikian, bisa jadi Kepala dinas Pendidikan ini hanya mendengan laporan dari bawahannya sehingga mengatakan pembangunan tersebut sudah siap.
Bahkan parahnya lagi, pembangunan RKB tahun anggaran 2021 disebelah proyek itu juga belum siap 100 persen, dimana cat tembok seluruh ruangan luar dan dalam baru selesai kerjakan tahun 2023. Sementara plafon dan toilet juga belum siap dikerjakan. Padahal kabarnya proyek tersebut sudah lunas dibayar 100 persen. Maka diminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan.***
Redaksi : Mawardi.
























































