LANGKAT, RMNEWS.ID – Dunia Pertanian kembali dihebohkan dengan kabar memikikkan telinga adanya penetapan dugaan tersangka Menteri Pertanian. Hal ini cukup menjadi perhatian publik terutama para pelaku kelompok Tani.
Disaat para pelaku tani sedang mengikuti acara Pekan Nasional ((PERNAS) yang dilaksakan di kota Padang Sumbar, ironinya para petinggi di Kementrian Pertanian malah jadi tersangka KPK.
Dinas Pertanian Langkat, juga turut andil dalam memeriahkan acara PERNAS tersebut dengan mengirim peserta sebanyak 74 peserta sesuai yang telah di lepas keberangkatannya oleh Plt Bupati Langkat. Terkait keberangkatan Dinas Pertanian Langkat mengeluarkan Anggaran sebesar Rp 631.929.250.
Ini juga seharusnya menjadi perhatian serius bagi para penegak hukum masing masing daerah. Dikarenakan adanya kegiatan seperti itu. Besar kemungkinan adanya dugaan permainan dalam hal persiapan dan pelaksanaan kegiatan tersrbit.
Berangkat dalam hal ini, terkait hal diatas, kini diisukan Dinas pertanian Langkat, adanya pemotongan uang anggaran BBM bagi kenderaan Dinas sebesar 60%, dari jumlah yang diterima, demikian kata sumber dari Dinas Pertanian Langkat kepada RMNEWS.ID, Sabtu ( 16/06/23).
Kasubbag Umum waktu diminta konfirmasinya melalaui WA terkait hal ini tidak membalasnya.
Sumber, di dinas itu, menambahkan, BBM yang dipotong adalah mobil para kabid kabid. Sementara ada juga ada kabid yang tidak mau tanda tangan SPJ nya termasuk menerima uang uangnya. Akibatnya ada tiga kabid yang ribut ke Kadis Hendrik.
Sampai sejauh mana kebenaran berita ini masih diikuti RMNEWS.ID menjadi pemberitaan selanjutnya. Karena Kasubbangnya belum menjawab konfirmasi RMNEWS.ID.
Laporan : Supriadi My / Wartawan Rmnews.id Korwil Sumut.
Editor : Sofyan My
























































