MEDAN,RMNEWS.ID – Gerakan Mahasiswa Peduli Aset Sumatera Utara ( GEMPASU) Rabu (21/06/23) demo ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) terkait dugaan pihak Kejatisu telah memanggil Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan (Distan) Kabupaten Langkat serta salah seorang Kepala bidang (Kabid) nya terkait bobroknya sejak dibawah kepemimpinan Hendrik Tarigan dan kroninya di Dinas Pertanian Langkat, yang terus disoroti portal berita Media Online hinga samapai didemo oleh Gerakan Mahasis Peduli Aset Sumatera Utara (Gempasu).
Di kantor Kejatisu, terlihat para pendomo yang memajangkan poster bertuliskan, “Kejatisu Jangan Main Mata, Ada Apa Dengan Pemanggilan Kepala Dinas Pertanian Langkat” ? Sementara para pendemo mensinyalir ada dugaan kuat atas pemanggilan Kadis Pertanian Langkat, Hendrik Tarigan dan Kabid nya oleh Kejatisu berkaitan soal berbagai kasus yang membelit Hendrik Tarigan bersama kroninya di tubuh dinas pertanian langkat itu.

Memang selama ini Dinas Pertanian Langkat tersebut terus menerus di terpa badai persoalan tentang ketidak beresan Hendrik Tarigan dalam memimpin pada dinas pertanian dan pertahanan pangan langkat, membuat kinerja para kabid dengan kadisnya gontok gontokan, seperti terjadi dalam pengiriman kontingan PENAS KTNA ke Padang Sumatera Barat baru baru ini, yang mempergunakan dana APBD sebesar Rp 335.417.500 ini yang diduga sarat penyelewangan, sehingga para kabidnya ribut
Selain dari kasus penyalah gunaan anggaran dana APBD 335.417.500, pada proyek PENAS KTNA Padang Sumatera Barat, juga terindakasi bahwa ada penyelewangan anggaran pekarjaan pembangunan lumbung padi dan rumah mesin penggiling, yang dibangun di Desa Paya Rengas, Kec.Hinai, Kab.Labgkat, yang dananya bersumber dari Dana Anggaran Alokasi (DAK) Tahun 2021.
Dinilai proyek pembangunan lumbung padi dan rumah mesin penggilingan di Desa Paya Rengas ini, sarat dengan permainan jorok oknum kadis hendrik dan konco konco teman akrabnya dalam mengelola anggaran DAK , pada kasus ini lah para Gerakan Mahasis Peduli Aset Sumatera Utara ( GEMPASU ) akirnya melakukan aksi demo ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu) di Tanjung Morawa.

Sementara untuk kebenaran adanya atas pemangilan Oknum Kadis Pertanian Langkat, Hendrik Tarigan, oleh Kjatisu hingga berita ini ditayangkan, REMNEWS.ID belum mendapat konfirmasi dari yang bersangkutan.
Karena Hendrik Tarigan terkesan takut untuk dikonfirmasi RMNEWS.ID terkait kasusnya yang membelit dirinya soal berbagai penyelewangan dana anggaran APBD yang membuatnya gerah di kantor dinas pertanian langkat karena sudah tidak singkron lagi antara atasn dan bawahannya.
Sumber lain di dapat dari kantor dinas itu, mengatakan tidak benar Kejatisu memanggil Kadis Pertanian Langkat, ujar Humasnya pada wartawan, yang mungkin menutupi masalah untuk tidak semakin meluas kasusnya. . Masih terus diikuti.
Laporan : Supriadi MY Wartawan Rmnews.id Korwil Sumut.
Editor : Sofyan























































