LANGKAT,RMNEWS.ID – Beredarnya rumor dana asesmen untuk SMP Negri dan SD Negri di lingkungan Dinas Pendidikan ( Disdik ) Kabupaten Langkat, ahir-ahir ini menjadi pergunjingan, apalagi dana tersebut berasal dari Dana Bantuan Oprasional ( BOS ), sehingga menjadi ‘ gonjang-ganjing ‘ dan perlu dilakukan pengusutan oleh Aparat Hukum di wilayah ini.
Hal tersebut dikatakan oleh sejumlah sumber kepada RMNEWS.ID, Rabu ( 13/09/2023 ) dimana disebutkan sumber terkait dengan dana asesmen tersebut yakni, Rp. 125 ribu per murid dikalikan sebanyak 10 ribu orang murid sehingga total dana yang bakal diraup mencapai Rp. 1,2 Miliar lebih. Hal ini sebagai contoh, belum lagi bagi tingkat SMP Negri dan belum termasuk untuk SD Negri, ungkap sumber.
Demikian juga disebutkan sumber, terkait diwajibkannya BTQ diambil oleh para Kepala Sekolah bagi murid SDN/SMPN dimana disebutkan jumlah murid SD/SMP sebanyak 125 ribu orang dimana per siswa dikenakan biaya untuk BTQ tersebut sebagai harga bukunya sebesar Rp. 50 ribu, sehingga total dana yang terkumpulkan sebesar Rp. 6, 2 Miliar lebih, sehingga menimbulkan tanda-tanya terkait dana tersebut, kata sumber lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Langkat H.Syaiful Abdi, ketika dikonfirmasi via WA terkait dengan beredarnya hal asesmen dan BTQ untuk SDN dan SMPN di lingkungan Disdik Langkat tersebut, malah menjawab hal tersebut belum dilaksanakan, dan terkesan mengalihkan masalah ini di tingkat SMA bukan ranahnya, dengan kesan mencoba berkilah.
Laporan : Supriadi My/Putra Bangun – Wartawan Rmnews.id Korwil Sumut.























































