BINTAN, RMNEWS.ID-Bintan memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan sektor peternakan, terutama sektor perunggasan. Karenanya, Bintan mendukung ide strategis Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang mendorong para investor untuk membangun peternakan ayam petelur di Provinsi Kepri.
“Bintan siap mendukung ide strategis dari pak Gubernur. Setelah keberhasilan ekspor ayam hidup (live bird) ke Singapura, semoga pembangunan peternakan ayam petelur modern di Bintan juga akan terwujud,” ungkap Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan, Khairul melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Iwan Berri Prima.
Dia menjelaskan, setidaknya ada lima alasan mengapa industri perunggasan cukup berkembang di Bintan.
Pertama, menurut dia, ketersediaan air bersih cukup melimpah. Dalam usaha ternak unggas, terutama ternak ayam pedaging (broiler), air merupakan komponen yang sangat penting. “Tanpa ketersediaan air, usaha perunggasan tidak akan optimal,” ucapnya.
Kebutuhan air untuk konsumsi broiler yaitu sebesar 60 hingga 70 persen, sedangkan sisanya adalah kebutuhan akan zat kasar yang terpenuhi dari pakan. Bahkan, air bersih di Bintan juga tidak membutuhkan beragam treatment untuk menghasilkannya.
Kedua, menurutnya, posisi strategis Bintan berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura. Posisi Bintan menguntungkan bagi pelaku usaha. Artinya, ini juga membuka pangsa pasar internasional. Terbukti, PT. Ciomas Adisatwa (Japfa Group) telah mengambil peran itu. Sebutnya lagi.
Perusahaan multi nasional ini telah mengupayakan untuk ekspor ayam hidup dari Bintan ke Singapura. “Mudah-mudahan investor lain juga mengambil peranan itu,” kata Iwan.
Ketiga, pangsa pasar lokal produk perunggasan juga cukup terbuka. Pulau Bintan yang terdiri dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, memiliki jumlah penduduk tahun 2020 kurang lebih 383,373 jiwa.
Jumlah ini tentu akan terus bertambah dan kebutuhan akan pangan hewannya juga terus meningkat. Bahkan, kebutuhan pangan di ibukota provinsi juga semakin meningkat.
Keempat, Bintan bebas dari beragam penyakit hewan menular. Bebasnya Bintan juga didukung oleh barier atau pelindung kepulauan, yang mengakibatkan penyakit hewan relatif mudah terpantau dan mudah dilokalisir.
Dan kelima, rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan menyebabkan akses lalu lintas dari Bintan ke Batam atau sebaliknya menjadi lebih mudah. Sehingga pergerakan ekonomi, termasuk arus barang dan pangan akan semakin tinggi di kedua pulau ini. (**)
Redaksi M. Ikhsan
























































