JAKARTA, RMNEWS.ID-Belakangan ini muncul kandidat bakal calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan Nadlatul Ulama (NU). Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Taufik Damas menyampaikan bahwa pihaknya berharap besar cawapres yang dipilih mendampingi para capres nanti adalah perwakilan dari NU.
“Yang penting adalah figur yang memiliki komitmen dan integritas untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Dan lebih bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada Rakyat Indonesia,” kata Taufik Damas kepada wartawan, Minggu (1/10/2023).
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan, organisasi kemasyarakatan NU mendominasi suara masyarakat yang berada dalam keluarga besar Ormas Islam di Indonesia. Ia menyebut, angkanya mencapai 45,5 persen.
Burhanuddin mengutarakan, dalam potret survei terdapat nama Ridwan Kamil yang dipandang menjadi representasi NU.
“Jadi, berbeda dengan klaim elite, pendukung NU yang menjatuhkan pilihan kepada Ridwan Kamil itu cukup besar 18,3 persen,” ucap Burhanuddin.
Selain Ridwan Kamil, lanjut Burhanuddin, ada nama Erick Thohir dengan raihan angka 15,6 persen. Berbeda dengan Erick yang punya kaitan dengan NU lantaran sudah menjadi bagian Banser, Burhanuddin menyatakan bahwa Ridwan Kamil tidak dikenal terafiliasi secara langsung dengan NU.
”Tetapi, banyak pemilih NU yang memilih dia. Setelah kami zoom in, ternyata memang warga NU yang tinggal di Jawa Barat banyak yang memilih Kang Ridwan Kamil,” pungkasnya. (rm/bp)
























































