JAKARTA, RMNEWS.ID-Dukungan untuk calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) Nomor urut 1 dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 terus mengalir. Minggu (10/12/2023) Posko Amin, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, menerima dukungan dari Partai Pelita.
Selain Partai Pelita, deklarasi dukungan juga datang dari relawan Pelita Perubahan. Dalam deklarasinya, Ketua Umum Partai Pelita Arie Candra Kurniawan mengatakan, Partai yang dipimpinnya dan Pasangan Amin memiliki kesamaan spirit membawa perubahan Indonesia ke arah lebih baik.
Sebelumnya juga organisasi Bintang Mercy Perubahan resmi mendukung pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin). Organisasi Bintang Mercy Perubahan yang diperkuat sejumlah mantan kader dan pendiri Partai Demokrat, mantan pengurus DPP, DPD dan DPC dan beberapa dari mereka pernah duduk di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Dukungan Bintang Mercy Perubahan kepada pasangan Amin diumumkan lewat jumpa pers yang digelar di Rumah Perubahan, Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu Siang (6/12/2023). Adapun sejumlah mantan kader Partai Demokrat yang menyatakan mendukung pasangan Amin diantaranya Ahmad Thoriq, Ramadhan Pohan, Hencky Luntungan, M. Hasyim Husein, Anton Rivai, Yus Sudarso, Yoyok Hadi Utomo dan Berlian Idris.

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto/Dokumentasi).
Menguatnya dukungan dari berbagai ormas kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengusung jargon perubahan berdampak positif terhadap elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang melaporkan kenaikan elektabilitas duet Amin. Bahkan survei itu menyatakan pasangan capres cawapres nomor urut 1 bisa berpeluang lolos putaran dua dan menang.
Menaggapi survei Litbang Kompas, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga dalam keterangannya, Senin (11/12/2023) seperti yang dilansir Kompas.com mengatakan peluang Anies-Muhaimin menang pada putaran kedua sangan besar. Menurut Jamaluddin, kondisi itu bisa saja terjadi jika pasangan Ganjar-Mahfud MD kalah di putaran pertama Pilpres 2024. Maka, ppendukung Ganjar-Mahfud MD bisa beralih pilihan ke pasangan Amin. Kalkulasi itu, kata dia, tentu bisa terjadi bila Pilpres berlangsung jujur dan adil, ujarnya.
Meningkatnya hasil survei menilai pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (Amin) meningkat dan mengungguli pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Menurut Anies, peningkatan hasil elektabilitas tersebut seiring berjalannya hari maka masih banyak warga menginginkan perubahan dari pasangan Amin.”Kami yakin makin hari makin banyak warga yang menyadari memang kita sekarang membutuhkan perubahan dan bila membutuhkan perubahan maka satu satunya ya nomor satu yang menawarkan perubahan,” kata Anies di Jakarta Selatan, Senin, (11/12/2023).

Anies Baswedan saat melakukan safari politik ke berbagai daerah. (Foto/Dokumentasi).
Meski demikian, Anies lagi-lagi menyampaikan dirinya tak berpatok dengan hasil survei terhadap elektabilitasnya. Sebab, sejumlah lembaga survei menuturkan pasangan Amin kerap menduduki posisi ketiga di bawah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Ganjar-Mahfud.”Saya selalu sampaikan kepada semuanya bahwa dalam perjalanan ini masih panjang. Kami sudah berpengalaman amat lama berada untuk disebut nomor tiga,” ujar Anies.
Dia pun menjelaskan semakin dekatnya hari di pesta demokrasi, maka justru para pemilih mencari tahu informasi. Ia bilang hal itu dengan memperhatikan dan membandingkan setiap gagasan para capres serta cawapres. Anies juga menyinggung soal kepastian hukum yang adil untuk semua. Kata dia, jangan hukum diatur penguasa. Ia bilang dalam negara hukum, penguasa diatur oleh hukum.”Kita ingin negeri kita ini memiliki kepastian hukum untuk semua. Jangan sampai negeri ini menjadi negara kekuasaan, di mana hukum diatur oleh penguasa. Tapi kita ingin menjadi negara hukum di mana penguasa diatur oleh hukum,” tutur Anies.
Adapun survei terbaru Litbang Kompas mencatat pasangan Prabowo-Gibran 39,3 persen, Anies-Muhaimin 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud sebanyak 15,3 persen. Survei Litbang Kompas didilakukan secara tatap muka dalam periode 29 November-4 Desember 2023 dengan 1.364 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan survei 95 persen serta margin of error kurang lebih 2,65 persen.***
Redaksi : Mawardi.
Dikutip dari sejumlah pemberitaan media online.
























































