BATAM, RMNEWS.ID– Sinar Dananjaya yang baru beberapa pekan dilantik menjadi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, langsung memulai tugas dengan berkeliling ke beberapa instansi di Kepri, baik itu Forkopimda Kepri dan Batam, maupun instansi vertikal seperti Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri.
Pada acara coffee morning bersama sejumlah awak media, Sinar menyoroti terkait kepemilikan modal inti bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sinar menyebutkan, dari 46 BPR yang ada di Kepri, ada dua BPR yang belum memenuhi kewajiban terkait modal inti sebesar Rp 6 miliar.
“Ada dua yang belum memenuhi modal inti tersebut. Yang satu sudah hampir rampung terkait satu syarat itu,” ujar Sinar dalam acara tersebut.
Sinar menjelaskan, saat ini ada 46 BPR sebagai industri jasa keuangan (IJK) di Kepri dan dua di antaranya adalah BPR syariah. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap 14 pergadaian yang ada di Kepri.
“Tetapi ada juga dua IJK yang kita berikan peringatan, terkait dengan modal inti,” ungkapnya, tanpa menyebutkan nama BPR tersebut.
Ditegaskannya, untuk modal inti, BPR harus memiliki modal Rp 6 miliar. Pihaknya sudah menerapkan standar akutansi untuk BPR. “Kita sampaikan, perbankan harus memenuhi modal inti Rp 6 miliar, paling lambat akhir tahun. Kalau tidak, diminta konsolidasi,” ujarnya mengingatkan.
OJK Kepri berharap keberadaan BPR di Kepri akan membantu masyarakat. Untuk itu, OJK baru mengeluarkan roadmap BPR yang tangguh.
“OJK baru mengeluarkan roadmap BPR yang tangguh, untuk masyarakat dan UMK. Agar terintegrasi dalam tata kelola, perbaikan manajemen resikonya,” ucap Sinar.
Sebagai Kepala OJK Kepri yang baru, pihaknya akan memperkuat sosialisasi dalam menjaga stabilitas keuangan di Kepri. Pihaknya ingin melanjutkan penguatan kebijakan Kepala OJK sebelumnya, untuk menjaga kepentingan konsumen.
“Menjadikan IJK sebagai pilar petumbuhan ekonomi. Kita juga mendorong pertumbuhan pasar modal. Kita dorong investor retail, agar masuk pasar modal. Sehingga tidak terpengaruh gejolak ekonomi global,” harapnya.
Sinar Dananjaya ditunjuk memimpin OJK Provinsi Kepri, menggantikan pejabat sebelumnya, Rony Ukurta Barus yang sudah bertugas selama kurang lebih empat tahun di Provinsi Kepri.
Sinar sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengawasan Bank di Kantor Perwakilan OJK Provinsi Jawa Tengah. Ia telah bekerja di OJK sejak sekitar tahun 2014 dan pernah bertugas di wilayah Sulawesi Utara, Papua, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini menyatakan komitmennya dalam memajukan industri keuangan di Kepri sebagai pilar perekonomian daerah.
Sementara itu, Rony Ukurta Barus yang akan bertugas di OJK Bali mengatakan, generasi Z atau Gen Z yang masuk pasar modal terus berkembang. Ke depan, diharapkan pertumbuhan itu akan terus meningkat dalam memperkuat perekonomian Kepri dan Indonesia.
“Kalau saya lihat, Gen Z sebagai generasi yang dilahirkan di era digital, cukup eksis di pasar modal. Mereka generasi di era digital, melek teknologi,” kata Rony.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Batamnews























































