RIAU, RMNEWS.ID- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas berencana membangun infrastruktur pipa gas dairi Dumai ke Sei Mangke (Dusem) agar bisa didistribusikan dengan baik ke seluruh Indonesia.
Pipa transmisi Dusem semula panjangnya 428 menjadi 555 kilometer dengan sumber pendanaan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dengan total investasi sebesar Rp 7,8 triliun (hasil FS).
Urgensi pembangunan pipa transmisi Dusem, menurut Koordinator Perencanaan Infrastruktur Migas ESDM Sugiarto, akan menjadi kunci integrasi pipa gas sepanjang Sumatera dan integrasi Sumatera-Jawa (dengan dibangunnya Cisem), menyalurkan potensi gas bumi dari WK Andaman Aceh untuk dimanfaatkan di Sumatera dan Jawa.
“Pembangunan Dusem ini sangat-sangat penting dan juga ada urgensi kenapa harus segera dibangun, pemerintah turun untuk melaksanakan proyek tersebut karena menjadi kunci integrasi pipa gas dari Sumatera sampai Jawa,” kata dia dalam Forum Gas Bumi di Bandung, Kamis (20/6/2024).
Selain urgensi tersebut, Sugiarto memaparkan bahwa manfaat Dusem yaitu untuk mendukung harga gas yang lebih terjangkau, mengurangi subsidi LPG 3 kg sebesar Rp 420 miliar per tahun, penghematan biaya Rp 107 miliar per tahun.
Kemudian penghematan devisi Rp 720 miliar per tahun, hingga potensi penerimaan negara sebesar Rp 1,89 triliun per tahun dari iuran BPH migas dan Rp 12 miliar per tahun dari iuran BPH Migas.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Liputan6























































