BATAM, RMNEWS.ID- Astronom NASA baru saja menemukan sumber air terbesar di luar angkasa.
Diketahui sumber air itu volumenya sampai 140 triliun kali gabungan semua air di bumi.
Mereka adalah 2 tim astronom NASA yang menemukan hal luar biasa tersebut. Lokasi temuan ini berada di sekitar lubang hitam kolosal yang dikenal sebagai quasar.
Posisinya lebih dari 12 miliar tahun cahaya jauhnya, sehingga memberikan wawasan unik tentang tahap awal alam semesta ketika baru berusia 1,6 miliar tahun.
Kuasar di pusat penemuan ini diberi nama APM 08279+5255, menyimpan lubang hitam supermasif yang massanya 20 miliar kali lebih besar dari matahari. Yang memancarkan energi yang setara dengan 1.000 triliun matahari.
“Ini adalah demonstrasi lain bahwa air tersebar luas di seluruh alam semesta, bahkan pada saat-saat paling awal,” kata Ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA Matt Bradford, dikutip dari CNBC, Sabtu (6/7/2024).
Menurutnya, pengungkapan temuan lokasi sumber air sangat penting, menekankan implikasinya untuk memahami prevalensi air di kosmos.
Tim astronom tersebut mempelajari dan mendeteksi beberapa tanda spektral dari massa air yang sangat besar.
Demi untuk mengungkap misteri alam semesta yang jauh, para astronom mengusulkan pembangunan teleskop 25 meter di Gurun Atacama di Chili , yang awalnya bernama Teleskop Cerro Chajnantor Atacama (CCAT).
Akan tetapi, proyek ini berganti nama menjadi Teleskop Submilimeter Fred Young (FYST) pada tahun 2020.
Dijelaskan, pembangunan FYST hampir selesai, dan ‘cahaya pertama’ diharapkan bisa dideteksi pada tahun 2025.
Penemuan uap air di alam semesta awal belum pernah ada. Sehingga, temuan ini menjadi tonggak penting dalam pemahaman astronomi. Sebagai catatan, sumber air yang ditemukan di tempat lain di galaksi Bima Sakti, sebagian besar membeku dalam wujud es.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: CNBC
























































