ROTE NDAO, RMNEWS.ID- Sebanyak 44 Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh dan Rohingya terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Rote Ndao, Senin (8/7/2024).
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, membenarkan hal tersebut .”44 WNA tersebut terdampar dengan dua unit kapal. Masing-masing bermuatan 22 orang dan di tempat yang berbeda, yakni di pesisir pantai Desa Sonimanu, Kecamatan Pantai Baru dan Desa Mukekuku, Kecamatan Rote Timur,” kata Mardiono, dikutip dari RRI, Rabu (10/7/2024).
Mardiono mengatakan, kapal yang digunakan, tanpa nama dan dokumen resmi, satunya berbahan alumunium dan satu lainya berbahan fiber. Dari informasi yang didapat, para WNA ini sudah sempat masuk wilayah Australia.
“Tiga hari, tiga malam mereka berlayar dari perairan Selatan Jawa Barat menuju ke Australia, sampai di Perbatasan Australia, mereka ditangkap oleh pihak Australian Border Force (ABF),” ungkap Mardiono.
Mardiono melanjutkan, mereka diarahkan untuk kembali. Namun, akhirnya mereka terdampar di wilayah pesisir Pulau Rote.
“Kita masih dalami siapa yang mengurus para imigran ini dan indikasinya menurut kesaksian para imigran, dua pengurus ini adalah Warga Negara Indonesia,”ucap Mardiono.
Saat ini 44 imigran tersebut ditampung di Aula Mapolres Rote Ndao. Untuk penanganan selanjutnya, pihak Polres berkoordinasi dengan Pemkab Rote Ndao dan Imigrasi Kupang.
“44 WNA yang di duga korban penyelundupan manusia terdiri dari 38 orang WNA Bangladesh dan 8 orang WNA Myanmar,” tutup Mardiono.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: RRI























































