ACEH, RMNEWS.ID- Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon kini tengah menangani kasus tujuh nelayan asal Aceh yang terdampar di Myanmar.
Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI mengatakan, kapal Aslam Samudera yang membawa tujuh nelayan tersebut berangkat pada 24 Juni 2024 dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Aceh, untuk menangkap ikan di Selat Malaka.
“KBRI Yangon telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar untuk membantu penanganan kasus ini, termasuk akses kekonsuleran untuk bertemu dengan para nelayan,” ujar Judha, dikutip dari JPNN, Sabtu, (13/7/2024).
Dilaporkan pada 7 Juli lalu kapal tersebut kehabisan bahan bakar dan menyebabkan para nelayan terombang-ambing di laut hingga kapal masuk ke perairan Myanmar. Kapal tersebut kemudian ditarik oleh kapal patroli Myanmar dan dibawa ke Pelabuhan Kwathong.
Ketujuh awak KM Aslam Samudera diserahkan ke markas Angkatan Laut Myanmar di Kwathong untuk diproses lebih lanjut.
“Secara paralel, Kemlu sedang berkoordinasi dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) untuk mendalami informasi dan identitas para nelayan,” ucap Judha.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: JPNN























































