BATAM, RMNEWSID- Militer Israel mengklaim bahwa serangannya di jalur gaza selatan menewaskan komandan militer senior Hamas, Rafa Salama, salah satu dalang serangan 7 Oktober 2024 yang memicu kembali pecahnya perang di Gaza.
Mengutip Detik, sebuah pernyataan militer Israel mengatakan angkatan udara Israel menyerang dan melenyapkan komandan Brigade Khan Yunis Hamas, Rafa Salama, dalam serangan pada hari Sabtu (13/72024) lalu di Jalur Gaza selatan.
Serangan itu juga menargetkan Mohammed Deif, panglima militer kelompok milisi Palestina tersebut, kata pihak militer Israel.
Seorang pejabat Hamas mengatakan pada hari Minggu (14/7/2024), bahwa Deif masih hidup dan mengawasi operasi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengakui bahwa “tidak ada kepastian” bahwa Deif telah terbunuh.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, 92 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan di kamp Al-Mawasi, tempat puluhan ribu pengungsi Palestina mengungsi.
Militer Israel mengatakan serangannya pada hari Sabtu tersebut ditujukan ke Deif dan Salama di area terbuka yang bukan kompleks tenda, melainkan kompleks operasional.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut, Salama sebagai salah satu rekan terdekat Deif dan salah satu dalang pembantaian 7 Oktober 2024 di Israel selatan.
Disebutkan bahwa Salama bergabung dengan Hamas pada awal tahun 1990an, menjadi komandan batalion dan memainkan peran penting dalam penculikan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2006. Shalit dibebaskan pada tahun 2011 dengan imbalan lebih dari 1.000 tahanan Palestina.
Menurut militer Israel, Salama menjadi komandan Brigade Khan Yunis Hamas pada tahun 2016 dan bertanggung jawab atas peluncuran roket ke Israel dan dua terowongan ofensif.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Detik























































