BATAM, RMNEWS.ID-Sejumlah proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), pembangunan dinding tembok penahan tanah di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Dinas Pendidikan Provinsi pada Tahun 2024 diduga kuat syarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Setiap tahun kegiatan proyek yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tidak sesuai kualitas pekerjaannya dengan besarnya anggaraan proyek yang digelontorkan.
Salah satu proyek yang kualitas pekerjaannya sangat jelek, adalah proyek pembangunan pemasangan batu miring penahan tanah dan pembangunan drainase di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 28 Pancur Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam. Proyek tersebut terkesan dikerjakan asal siap. Selain itu, proyek milik Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dengan nomor kontrak : 14,13/SPK/FISIK/E-PUR/DISDIK/2024 jika dilihat dari kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran proyek itu.

Proyek Dranase dan Batu Miring SMA Negeri 28 Dikerjakan asal jadi. (Foto/Mawardi).
Pantauan media ini dilokasi proyek, Senin (22/7/2024) terlihat kualitas pengerjaan proyek tersebut sangat jelek dan terkesan dikerjakan asal siap. Terutama susunan pemasangan batu miring tampak asal asalan dan adukan semennya juga tidak padat. Bahkan, jadwal pengerjaan proyek pemasangan batu miring dan drainase dengan nilai anggaran sebesar Rp 889.860.425 bersumber dari APBD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2024, yang dikerjakan oleh CV. Citra Bumi Losari dan Konsultan pengawas PT. Amanah Multi Kreasindo dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender sudah lewat waktu selama 4 bulan, namun proyek belum rampung.
Tak hanya kualitas pekerjaan, matrial yang dipergunakan seperti semen dan besi juga tampak tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan spesifikasi, komposisi campuran semen dan pasir untuk pengikat batu terlihat lebih banyak pasir dari pada semen. Sedangkan pasir yang dipergunakan tampak mengandung bahan organic lumpur. Sehingga dikuatirkan batu miring penahan tanah tidak bertahan lama dan mudah runtuh. Bahkan tanah timbun yang digunakan untuk menutup agar rata tidak dipadatkan sehingga masih kelihatan batu batu besar yang timbul.

Proyek Dranase dan Batu Miring SMA Negeri 28 disebelah depan. (Foto/Mawardi)
Selain itu, besi yang dipergunakan juga terlihat tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI), pemasangan batu dilakukan secara sembarangan, dimana setiap sambungan pemasangan batu tidak diisi dengan adukan semen yang padat dan adukan semen juga sangat diragukan ketebalannya. Bahkan kedalaman urugan untuk tapak tembok pemasangan diduga tidak sesaui dengan perencanaan.
Proyek asal jadi ini disebut sebut tidak langsung dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender yakni CV. Citra Bumi Losari melainkan disubkan alias dijual kembali kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut. Celakanya lagi, pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri terhadap pekerjaan proyek itu bisa dikatakan tidak ada, karena menurut para pekerja di proyek itu pengawas proyek dari PU jarang sekali di lokasi.

Proyek Dranase dan Batu Miring SMA Negeri 28 disebelah depan. (Foto/Mawardi)
Sementara Asmadi yang mengaku sebagai mandor di proyek itu ketika ditemui media ini dilokasi proyek, Senin (21/7/2024) menjelaskan bahwa, mereka menerima pekerjaan proyek itu dari Asun kontraktor yang mendapatkan proyek itu dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,
” Kami hanya sebagai subkon dari perusahaan pemenang tender proyek itu yakni CV. Citra Bumi Losari pak Asun, mereka terima pekerjaan itu dari pak Asun Rp 160.000 per meter, semuanya diperkirakan pekerjaan itu ada 700 meter, kalau mau tanya soal proyek ini sama pak Asun saja, karena beliau yang tahu,”ujar Asmadi.
Sedangkan Asun ketika ditemui media ini di Kafe 2 samping Hotel Golden Bay Bengkong, Rabu (24/7/2024), tak mau banyak bicara terkait persoalan proyek. Asung yang ditemani salah seorang oknum yang mengaku wartawan tak mau banyak bicara. Asun lebih banyak mengutak ngatik Hp ditangannya,
” Proyek itu sudah mau siap, mungkin satu bulan lagi sudah siap, di lokasi juga sudah kita bersihkan,” kata Asun singkat dan tak lama kemudian Asun dan temannya meninggalkan restoran itu pergi.***
Redaksi : Mawardi.























































