BATAM, RMNEWS.ID- Pengamat ekonomi dari Universitas Internasional Batam (UIB), Kepulauan Riau, Suyono mengatakan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi contoh pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu dikatakan Suyono karena banyaknya kawasan ekonomi khusus (KEK) berada di daerah itu.
Ia menyebutkan, di Kepri ada tiga KEK aktif yaitu KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Galang Batang.
“Kepri itu paling banyak KEK di Indonesia. Di Kepri sekarang ada tiga KEK, lalu ada tambahan dua KEK baru, KEK kesehatan dan KEK Tanjung Sauh,” ujar Suyono di Batam, mengutip laman Antara, Jumat 26 Juli 2024.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam yang diinisiasi oleh PT Karunia Praja Pesona yang berkomitmen merealisasikan investasi Rp 6,91 triliun dan serapan tenaga kerja sebanyak 105.406 orang.
KEK Tanjung Sauh yang diusulkan oleh PT Batamraya Sukses Perkasa dengan komitmen realisasi investasi Rp 199,6 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 366.087 orang sampai dengan tahun 2053.
Kemudian KEK Nipa di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. KEK ini difungsikan untuk industri logistik dan distribusi pengembangan energi, dengan memiliki komitmen target investasi sebesar Rp16,46 triliun dan diproyeksikan menyerap tenaga kerja hingga 40.949 orang sampai dengan 50 tahun.
Menurutnya, salah satu target pemberian fasilitas KEK adalah menarik investor masuk ke wilayah tersebut, sesuai dengan fokus dari industri yang dibangun di kawasan KEK.
“Karena paling banyak fasilitasnya dan insentif yang diberikan pemerintah, ada insentif fiskal, bisa dapat pembebasan pajak, bisa dapat pengeluaran pajak, dan seluruh insentif fiskal lainnya yang dijanjikan pemerintah yang diatur dalam UU, yang diberikan di kawasan KEK,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Antara























































