KLATEN, RMNEWS.ID- Aksi pengeroyokan menimpa M (45) warga Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali di jalan Cokro-Delanggu, Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Korban yang merupakan pesilat dibacok hingga luka parah dan sepeda motor miliknya dibakar oleh para pelaku.
“Kronologisnya korban pulang dari kegiatan pengesahan warga baru atau anggota baru di GBK (Graha Bung Karno) Klaten. Korban pulang lebih awal karena ada keperluan,” ungkap kuasa hukum korban, Asror Mukti Adi (13/7/2024).
Asror menjelaskan, korban pulang melintas Jalan Raya Cokro-Delanggu, Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Korban sebelumnya diikuti beberapa orang tidak dikenal.
“Korban sudah diikuti beberapa orang tidak dikenal. Korban dicegat, dikeroyok, kemudian terjadi pembacokan, setelah terjadi pembacokan sepeda motor dibakar, waktu kejadian hari Jumat (12/7/2024) sekitar jam 23.30 WIB,” ungkap Asror.
Beberapa orang di lokasi yang mencoba mendekat, dibentak pelaku dan disuruh pergi.
Akibat kejadian itu, korban dibawa ke rumah sakit.
“Dirawat di RS PKU Muhammadiyah Delanggu, kemudian karena kondisinya kritis, kurang bagus dirujuk ke RSUP Dr Moewardi Solo. Luka yang dialami korban di tangan kanan dan punggung, luka bacok,” kata Asror.
Mengutip Detik, Sementara, Polres Klaten masih mendalami kejadian pembacokan dan pembakaran motor pesilat Murdiyanto (45) yang terjadi di jalan Cokro-Delanggu, Polanharjo itu. Polda Jawa Tengah pun turut membantu proses penyelidikan dan pendalaman kasus itu.
“Kita tidak pernah berhenti melakukan penyelidikan, dibantu Polda dan ini menjadi atensi,” kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Y Dica Ariseno Adi kepada wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (1/8/2024).
Dica menyebut, sejauh ini sebanyak 10 orang saksi sudah dimintai keterangan.
“Saksi-saksi yang sudah kita periksa ada 10 orang,” ujarnya.
Selain memeriksa saksi, polisi juga akan memintai keterangan dari korban. Namun saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kondisinya korban terus membaik. Mungkin hari ini saya akan ke sana lagi untuk mencoba menanyakan kronologis kejadiannya,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Detik























































