TULANGBAWANG, RMNEWS.ID- Oknum Guru berinisial AK di SMPN Negeri 2 Menggala, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang diduga mewajibkan kepada siswa baru kelas VII untuk membeli buku di sebuah toko yang terletak di daerah Bujung Tenuk.
Orang tua salah satu siswa baru di SMPN 2 Menggala yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaanya, lantaran anaknya tidak mau masuk sekolah sebab belum dibelikan buku yang dimaksud oleh oknum guru tersebut.
”Ya saya merasa kesal pada anak saya, gara-gara belum dibelikan buku dia tidak mau sekolah sebelum beli buku yang disuruh gurunya itu” ucapnya, Rabu 24 Juli 2024.
“harus beli, sampai sampai saya ambil uang koperasi Harian untuk beli buku tersebut, Ahirnya saya beli 12 buku itu kepada di toko yang ditunjukan oknum guru itu,” tambahnya.
“Jaman sekarang cari duit masih sulit baru saja mengeluarkan uang untuk beli buku tersebut, kabarnya sudah ada lagi tarikan Rp 25 ribu, untuk mempercantik kelas mereka masing-masing,” kesalnya lagi.
Terpisah, salah satu orang tua murid lainnya juga mengeluhkan hal yang sama terkait kewajiban membeli buku kepada seseorang yang ditunjuk oleh oknum guru tersebut.
”Benar bang anak saya juga sampai tiap hari menanyakan tentang buku-buku yang disuruh gurunya membeli di luar sekolah SMP Negri 2 Menggala, itu harus beli bang, sampai saya belikan 3 buku dulu bang, karena saya belum ada uang, maklum bang saat ini cari uang untuk keperluan sehari-hari saja susah, apa lagi saya ini bang, orang susah uang seperti itu sangat berguna sekali bagi saya” ucapnya kepada wartawan.
“Bagaimana saya gak merasa keberatan bang, belum selesai masalah buku itu, pulang-pulang anak saya dari sekolah sudah ngomong ke ibuk nya, bahwa mereka disuruh guru mengumpulkan uang Rp 25 ribu, uang itu kegunaannya untuk membeli kipas angin, juga untuk memperindah ruang kelas mereka,” imbuhnya.
Sementara, kepala sekolah (kepsek) SMPN 2 Menggala, DW, saat dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa dirinya tidak tahu tentang masalah kewajiban membeli buku diluar sekolah itu.
”Saya tidak tau Maslah ini, karena tidak ada guru yang koordinasi tentang siswa yang beli buku diluar sekolah SMP 2 ini, kepada saya, jadi saya tidak pernah menyuruh mereka seperti ini, karena buku di sekolah ini sudah banyak dan sudah dibagikan oleh pihak sekolah pada para siswa” paparnya.
“Tapi lebih baiknya nanti pertanyakan langsung pada buk ” A.K” apa penjelasan dia nanti setelah dipertanyakan langsung sama yang bersangkutan, ” Ucap DW selaku Kepsek.
Ditempat yang sama, AK oknum guru yang diduga mewajibkan siswa untuk membeli buku diluar sekolah menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah mewajibkan muridnya untuk membeli buku diluar sekolah.
Ia hanya menyarankan kepada para siswa bahwa ada buku yang tidak ada di sekolah itu, dijual di toko daerah Bujung Tenuk.
“Saya tidak pernah mengharuskan siswa untuk membeli buku-buku tersebut, saya hanya berkata, ada buku mata pelajaran disekolah ini tidak ada, untuk belajar anak-anak, buku itu yang ada jualannya di bujung, silahkan kalau mau beli di sana, tidak mau beli juga silahkan salin isinya, atau di foto copy, cuma itu yang saya katakan” tutur AK.
Saya tidak pernah mengharuskan para siswa untuk membeli, buku-buku tersebut saya cuma menolong mereka, bukan mengharuskan,” dalih AK.
Sementara, DW mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah dimintai izin oleh AK untuk mengarahkan para siswa baru membeli buku di toko yang ditunjukan oleh AK.
”Mereka tidak pernah memberitahu saya atau izin pada saya untuk melakukan hal tersebut, saya tidak mau nama saya di libat-libatkan dengan masalah ini, ingat bang kalau mau dilaporkan di dinas silahkan, mau di berikan silahkan beritakan, tapi saya tidak mau nama saya dilibatkan, bahwa hal ini saya yang menyuruh mereka, soalnya masalah menyuruh beli buku diluar sekolah ini, perbuatan mereka sendiri tanpa sepengetahuan saya” tuturnya.
Tak hanya itu, DW pun siap apabila dirinya dipanggil oleh dinas pendidikan Tulang Bawang untuk memberikan keterangan terkait hal itu.
“Dipanggil dari dinas pun saya siap, saya ada jawaban bahwa saya tidak tau dan saya tidak pernah menyuruh mereka mengarahkan siswa beli buku-buku itu, karena sekolah ini sudah banyak buku, dan sudah saya suruh bagikan pada siswa,” tegasnya.
Oleh karena itu, sejumlah pihak berharap kepada pihak dinas pendidikan Kabupaten Tulang Bawang untuk bertindak tegas dalam menyikapi hal seperti ini.
Karena diketahui, kejadian seperti ini sudah menjadi rahasia umum.
Editor: Gusti Rangga
Laporan: Masderik Wartawan RMNEWS.ID Kab. Tulang Bawang























































