JAKARTA, RMNEWS.ID- Seorang dokter magang di India menjadi korban pemerkosaan hingga tewas. Kejadian itu memicu ratusan ribu petugas tenaga kesehatan (nakes) India dan pendukung mereka melakukan mogok nasional sebagai bentuk pengeceman atas peristiwa pemerkosaan tersebut.
Diketahui, korban merupakan dokter yang sedang di sebuah rumah sakit pemerintah di kota timur Kolkata. Peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada pekan lalu.
Mengutip Okezone, aksi protes itu dipimpin oleh dokter dan nakes lainnya, yang juga diikuti puluhan ribu warga India lainnya yang menuntut penindakan terhadap para pelaku, Sabtu (17/8/2024).
Rumah sakit dan klinik di seluruh India menolak pasien, kecuali untuk kasus darurat.
Fakultas Kedokteran dari sejumlah perguruan tinggi telah didesak untuk memberikan layanan darurat.
“Kami menginginkan keadilan,” teriak para pengunjuk rasa, ketika mereka berkumpul di Kolkata untuk menyerukan kondisi kerja dan perlakuan yang lebih baik tidak hanya bagi petugas kesehatan, tetapi juga bagi perempuan pada umumnya, dikutip dari Aljazeera.
“Tangan yang menyembuhkan tidak boleh berdarah,” salah satu bunyi tulisan tangan dari peserta aksi.
Penemuan mayat dokter berusia 31 tahun yang berlumuran darah pada 9 Agustus di RG Kar Medical College and Hospital yang dikelola pemerintah memicu protes keras di beberapa kota di seluruh negeri.
“Kami tidak merasa aman,” ucap Antara Das, seorang mahasiswa kedokteran yang ikut protes di Kolkata.
“Jika ini terjadi di dalam rumah sakit yang merupakan rumah kedua bagi kami, di mana kami bisa aman sekarang?” imbuhnya.
Dokter yang terbunuh itu ditemukan di ruang seminar rumah sakit pendidikan tempat dia bekerja dalam shift 36 jam. Hasil autopsi menunjukan adanya pelecehan seksual.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Okezone























































