BATAM, RMNEWS.ID-Lokasi proyek suatu pembangunan yang jauh ke pelosok atau dari tempat keramaian lalu lalang masyarakat selalu dimanfaatkan oleh kontraktor pelaksana proyek tersebut melakukan manipulasi pekerjaan, matrial dan proses pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi alias asal siap demi untuk meraup untung besar.
Selain itu, diperparah dengan tidak maksimalnya pengawasan dari instansi pemilik proyek, dimana petugas pengawas disebut sebut jarang turun ke lapangan sehingga kualitas atau mutu pekerjaan dibuat asal jadi. Tak hanya itu, matrial yang dipakai seperti semen, pasir dan besi beton tidak sesuai standar yang ditentutan SNI bisa proyek yang dibangun tidak bertahan lama.
Seperti pekerjaan proyek pembangunan drainase penanggulangan banjir berlokasi di areal prindustrian Telaga Punggur Batam tampak diduga dikerjakan asal jadi. Hal ini terlihat pada kondisi sebagian yang dikerjakan.

Pekerjaan proyek drainase penanggulangan banjir di Telaga Punggur. (Foto/Anwar).
Betapa tidak, proyek yang menelan anggaran senilai Rp 7,7 miliar dikerjakan oleh PT Multi Lingkar Sarana dengan Konsultan pengawas CV Teknoyasa Konsultan Indonesia terlihat banyak kejanggalan dan penyimpangan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknik.
Pantauan media ini di lokasi proyek, Rabu (21/8/2024) terlihat pengerjaan proyek pembangunan drainase penanggulangan banjir yang menggunakan batu beton bertulang precast U ditch tersebut banyak kejanggalan. Dimana selain kedalaman penggalian tanah diduga tidak sesaui agar kemiringan elevasi precast U ditch terlihat sempurna.
Proses pengecoran lantai kerja yang berfungsi mengontrol elevasi dengan permukaan drainase ketebalan corannya sangat diragukan dan diduga tidak mencapai 50 mili meter. Padahal umumnya ketebalan lantai kerja untuk pemasangan precast U ditch mencapai 50 mili meter dengan mutu beton pengecoran K125 atau BO.
Selain itu pengecoran permukaan lantai kerja tampak bergelombang dan tidak merata sehingga jika precast U ditch dipasang terlihat kerapian elevasinya terlihat tidak sempurna Kuat duga proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi standard maupun kualitas. Selain itu proyek tersebut tidak memakai urugan sertu.
Sementara sejumlah pekerja yang ditemui dilapangan tak bersedia memberikan keterangan,” Kami hanya pekerja gak tahu siapa nama kontraktornya, kalau perusahaannya ada di papan plenk proyek,” ujar salah seorang pekerja yang tidak mau menyebut indentitasnya.***
Redaksi : Mawardi.























































