JAYAPURA, RMNEWS.ID – Kementerian Sosial dan Keuskupan Jayapura bekerja sama membangun 72 rumah di Koya Timur, Muara Tami, Kota Jayapura, Papua sebagai salah satu upaya guna memberdayakan sejumlah keluarga yang terdampak bencana alam.
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa mengatakan, dalam kunjungannya untuk peninjauan di Papua, rumah-rumah yang dibangun memiliki kualitas yang baik, dan mereka tengah menyelesaikan sejumlah fasilitas, yakni kelistrikan serta saluran airnya.
“Listriknya kita mau menggunakan solar cell, LTS, listrik tenaga surya. Terus kemudian airnya itu lagi dilihat sama teman-teman, kita harus ngecek juga. Sudah ada dua sumber, salah satu sumber sudah dicek, memang butuh treatment untuk kemudian didistribusikan. Baik sebagai air bersih maupun nanti ada stesen khusus yang untuk air minum,” ujar dia, diktuip dari Antara, Selasa (27/8/2024).
Rumah-rumah tersebut merupakan tipe 36, dan dibangun di tanah seluas 26.091 meter persegi.
Selain rumah, katanya, bantuan pemberdayaan yang akan diberikan yakni untuk peternakan babi, ayam, perkebunan, perikanan, dan lain-lain.
Dalam pembangunan perumahan tersebut, katanya, mereka dibantu oleh relawan dari sejumlah universitas, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Telkom Surabaya. Adapun Kementerian Sosial menyerahkan optimalisasi penggunaan perumahan tersebut ke Keuskupan Jayapura.
Komisi Perumahan dan Pertanahan Keuskupan Jayapura Hilarius Warsita mengatakan, pihaknya bertugas untuk mendampingi dalam proses relokasi serta pemberdayaan warga. Warsita menyebut bahwa mereka memastikan bahwa keluarga yang akan menghuni rumah tersebut betul-betul membutuhkan bantuan.
Selain itu, warga yang akan menghuni juga harus produktif, dan jika tidak maka akan diminta untuk pindah, dan keluarga lain akan menghuni.
Dia menyebut, proses pembuatan rumah tersebut selama lima bulan.
Editor: Andika
Sumber: Antara
























































