JAKARTA, RMNEWS.ID – Setiap orang pasti berbeda- beda dalam menggunakan media sosial, mulai dari yang biasa saja sampai tukang bikin onar. Salah satunya adalah pengguna second account yang juga disebut sebagai akun anonim.
Tentunya, orang akan lebih menjaga citra diri mereka di dunia nyata, dengan tidak menebarkan ujaran kebencian. Namun, melalui second account di media sosial, identitas aslinya tidak diketahui, sehingga mereka merasa bebas melakukannya di media sosial.
“Ketika seseorang tidak menunjukkan identitas asli mereka, ada kecenderungan mereka dapat bebas melakukan apapun yang mereka mau, seperti melakukan ujaran kebencian,” ungkap psikolog klinis sekaligus Pendiri Cup of Stories Fitri Jayanthi, M.Psi., dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/9/2024).
Menurut Fitri, mereka lebih “kalem” di dunia nyata, agar tidak dianggap sebagai seseorang yang berperilaku buruk di mata orang lain (atau biasa disebut muka dua). Ketika memiliki akses ke second account, mereka “berubah”, karena merasa lebih bebas.
“Tidak hanya itu, mereka bisa saja melakukan ujaran kebencian untuk membuat diri mereka merasa lebih baik,” ucap dia.
“Mereka memiliki perasaan inferior terhadap diri sendiri, maka mereka cenderung mengkritik orang lain agar diri mereka merasa superior,” sambung Fitri.
Editor: Andika
Sumber: Kompas
























































