JAKARTA, RMNEWS.ID – Setiap negara, baik perusahaan maupun individu, sering kali mengambil pinjaman untuk mendukung pertumbuhan ekonomi atau memperbaiki kondisi keuangan.
Pemerintah nasional terkadang turut melakukan pinjaman uang untuk meningkatkan kesejahteraan serta memajukan pembangunan negaranya. Jadi anggap hutang negara itu sesederhana seperti kita hutang ke teman.
Lantas apa saja 20 negara dengan utang terbanyak di dunia? Simak daftarnya yang dikutip IDX dibawah berikut.
Daftar Negara dengan Utang Terbesar di Dunia
Ketika pemerintah mengambil pinjaman, uang tersebut kemudian menjadi bagian dari utang negara. Secara sederhana, utang negara adalah akumulasi utang yang dimiliki pemerintah kepada pemberi pinjaman, baik itu dari negara lain, lembaga keuangan, perusahaan, maupun individu (melalui pembelian obligasi negara).
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Global Fire Power, berikut adalah 20 negara dengan jumlah utang terbesar per tahun 2023:
- Amerika Serikat – Rp311,7 kuadriliun
- Britania Raya (UK) – Rp134 kuadriliun
- Prancis – Rp97 kuadriliun
- Jerman – Rp87,1 kuadriliun
- Belanda – Rp66,8 kuadriliun
- Luksemburg – Rp66,1 kuadriliun
- Jepang – Rp65,4 kuadriliun
- Australia – Rp47,9 kuadriliun
- Irlandia – Rp46,1 kuadriliun
- Italia – Rp36,8 kuadriliun
- Spanyol – Rp35,9 kuadriliun
- Kanada – Rp32,6 kuadriliun
- China – Rp31,1 kuadriliun
- Swiss – Rp30,7 kuadriliun
- Singapura – Rp23,9 kuadriliun
- Belgia – Rp20,2 kuadriliun
- Swedia – Rp14 kuadriliun
- Brazil – Rp10,7 kuadriliun
- Austria – Rp10,6 kuadriliun
- Norwegia – Rp10 kuadriliun
Indonesia Posisi Berapa?
Sementara itu, Indonesia menempati posisi ke-30 dalam daftar ini dengan total utang sebesar USD400 triliun, atau setara dengan Rp6,14 kuadriliun.
Meskipun jumlah ini masih di bawah negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris, namun angka tersebut tetap signifikan dan menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan negara.
Dengan terus meningkatnya jumlah utang global, pengelolaan utang negara menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Editor: Andika
Sumber: IDX
























































