SURABAYA, RMNEWS.ID- Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melalui Unit II, berhasil mengamankan empat Polisi Gadungan. Keempat pelaku diduga telah melakukan perampasan terhadap seorang pria.
Empat Polisi Gadungan yang diamankan yakni HRP, (36) warga Sidoarjo, KA alias RT, (46) warga Sidoarjo, MAA alias OOL (23) seorang pelajar/mahasiswa warga Sidoarjo dan MRF (21) pelajar/ mahasiswa warga Gresik.
Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Suryono, menjelaskan, empat tersangka ini adalah satu komplotan.
Suryono menjelasnkan, saaat itu korban (S) diajak membeli sabu oleh MRF pada tanggal 1 September 2024 dan mengkonsumsi sabu tersebut di wilayah Semampir Surabaya.
“Usai keduanya mengkonsumsi sabu. Sabu ini tidak dihabiskan kemudian oleh tersangka MRF, korban diminta memasukkan sabu itu ke dompet korban,” kata AKBP Suryono, Kamis (03/10/2024), mengutip Tribun.
Lanjutnya, usai mengkonsumsi sabu korban dan tersangka MRF, menuju ke arah Jenggolo Sidoarjo, sampai di depan Indomart, pelapor (korban) ditodong oleh tiga orang lainnya, kemudian di borgol dan tersangka ini mengaku dari Kepolisian Polda Jatim.
“Kemudian korban ini dimasukkan ke mobil mengarah ke Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Saat perjalanan itulah tersangka memeras dan meminta uang kepada korban sebesar Rp 50 juta. Saat memeras korban, tersangka ini menelfon kepada paman korban yang meminta Rp 50 juta hingga turun menjadi Rp 15 juta,” lanjut dia.
Atas peristiwa itu korban melapor ke Polda Jatim hingga dilakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap empat tersangka.
Diketahui, keempat tersangka mempunyai peran masing masing. Tersangka HRP, berperan mencari target untuk dimintai uang tebusan melalui tersangka MRF, menyiapkan homestay untuk mengamankan pelapor, menghubungi B (paman korban) untuk meminta uang tebusan.
“Kemudian tersangka KA alias RT, mengamankan pelapor di Indomart, menodongkan pistol jenis revolver (korek api) dan menampar pipi korban, menghubungi B (paman korban) untuk meminta uang dan menemui paman korban untuk transaksi uang tebusan,” terangnya.
Sementara tersangka MAA alias OOL, mengamankan pelapor di Indomart dan memborgol tangan korban, menarik rambut korban dan menghubungi paman korban.
“Tersangka MRF, yang merencanakan tersangka HRP, bahwa pelapor (korban) yang dijadikan target, memaksa pelapor untuk mengkonsumsi sabu dan mengantarkan pelapor ke Indomart Jenggolo Timur,” pungkasnya.
Tak hanya mengamankan empat tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa HP, uang, korek api bentuk pistol yang digunakan untuk menakuti korban, STNK motor, borgol dan motor.
Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 368 dan Pasal 333 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Tribun
























































