BATAM, RMNEWS.ID – Kaum Muslim pasti tidak asing dengan istilah buah khuldi. Buah terlarang untuk dimakan di surga, yang membuat Adam dan Hawa turun ke bumi setelah mengabaikan larangan Allah SWT untuk memakan buah tersebut.
Khuldi dalam bahasa Arab disebut syajaratul-khuldi, har, yang diartikan sebagai ‘pohon keabadian’, adalah pohon kehidupan dalam Al-Qur’an, juga disinggung dalam hadis dan tafsir. Dalam Al-Qur’an, khuldi digambarkan sebagai sebatang pohon di Surga, yang dibisikkan oleh Iblis kepada manusia pertama, Adam, sebagai pohon keabadian. Namun lantaran Allah juga menegaskan Adam dan Hawa untuk jangan mendekati pohon tersebut, orang umum menganggapnya sebagai pohon berbuah, yang mana buah tersebut dilarang untuk dimakan.
Lebih lanjut, adapun beberapa orang yang meneliti hal ini menyebut bahwa sebenarnya “khuldi” bukanlah buah yang secara harfiah kita konsumsi ataupun pohon yang secara literal. Lantas, apa arti sebenarnya dari khuldi ini?
Menurut Arya Kelana dari Quora, hal tersebut hanyalah sebuah kiasan/perumpamaan. Adapun nama Adam merupakan gambaran keadaan manusia yang sempurna. Dalam ilmu hakikat Adam bermakna Alam Kesadaran Manusia. Kesadaran disini ialah merupakan dari mana ia berasal/diciptakan dan akan ke mana setelah tiada.
Dalam keterangan di Al Qur’an disebutkan “Maka apabila telah kusempurnakan wujudnya” ini bermakna sudah ada kehidupan manusia sebelumnya akan tetapi saat itu manusia belum sempurna/masih belum mengerti hakikat dirinya sendiri tapi sudah bertauhid atau mengenal sang Pencipta.
Oleh sebab itu malaikat mengatakan “Mengapa engkau menciptakan manusia yang akan menumpahkan darah di muka bumi ini?, Sedang kami selalu senantiasa bertasbih kepadaMu?.”dan setelahnya Allah SWT menenangkan mereka dengan berkata “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Selain Adam, Hawa merupakan kiasan dari sang nafsu syahwat manusia itu sendiri yang berwujud dengan wanita. Maka dalam keterangan dikatakan bahwa Adam dan Hawa menghuni Surga, Surga di dalam hakikat adalah suatu gambaran perasaan manusia yang berbahagia karena bisa mengasihi satu dengan lainnya tanpa adanya persoalan-persoalan di dalam hidup, rukun tentram damai bahagia sejahtera dan sentosa.
Ketika itu Allah SWT berfirman agar jangan memakan buah khuldi, khuldi dalam makna hakikat ialah larangan, larangan yang dimaksud ialah hubungan intim antara pria dan wanita. Mengapa dikatakan karena bisikan setan? Sebab setan ialah sifat buruk dalam diri manusia yang sudah ada, lalu ia mendorong rasa syahwat dalam diri manusia untuk melakukan larangan tersebut.
Hal ini diperkuat dengan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa sesuatu harus senantiasa digambarkan atau dikiaskan dengan bahasa yang santun, salah satunya mengganti kata “berhubungan intim” dengan “memakan buah khuldi”.
Digambarkan setelah kejadian Nabi Adam dan Hawa turun ke dunia, dalam hakikat adalah suatu gambaran di mana manusia akan turun ke derajat terbawah kembali, pertarungan antara nafsu dan kebaikan, hitam dan putih, apabila manusia bisa melaluinya maka akan kembali ke Surga.
Kendati demikian, kenyataan sebenarnya dari teori tersebut hanya Allah lah yang mengetahui. Semoga informasi ini bermanfaat.
Wallahualam Bissawab
Editor: Andika
Laporan: Andika
























































