BATAM, RMNEWS.ID – Istilah “jam koma Gen Z” belakangan ini menjadi viral di media sosial. Kalimat tersebut menarik perhatian banyak orang, terutama kalangan muda.
Istilah yang viral tersebut ternyata menggambarkan keadaan ketika seseorang dari generasi tersebut mengalami kelelahan kognitif yang ekstrem setelah menjalani rutinitas harian yang intens.
Kelelahan ini bukan hanya berdampak pada fisik tetapi juga pada fungsi kognitif, seperti kemampuan berkonsentrasi dan berpikir jernih. Akibatnya, seseorang yang mengalami “jam koma” terlihat lelah, kurang bersemangat, bahkan kadang kehilangan fokus dan sulit berinteraksi secara optimal, seperti dikutip dari CNBC.
Kelelahan kognitif merupakan kondisi serius yang bisa berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas Anda sehari-hari. Seperti yang dijelaskan oleh Medical News Today dan dikaji oleh Psikolog Klinis Dr. Lori Lawrenz, kelelahan kognitif ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir dan berfokus.
Kondisi ini bisa diakibatkan oleh stres, kurang tidur, atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu keseimbangan mental. Gejalanya sangat beragam, mulai dari lupa yang sering terjadi, kesalahan-kesalahan kecil yang muncul saat beraktivitas, hingga kesulitan dalam berkonsentrasi.
Kognitif sendiri adalah kemampuan yang berperan penting dalam proses belajar, mengingat, dan memecahkan masalah. Artinya, ketika seseorang mengalami kelelahan kognitif, bukan hanya tugas-tugas kecil yang terpengaruh, tetapi juga aktivitas penting yang membutuhkan pemikiran mendalam dan konsentrasi penuh.
Editor: Andika
Sumber: CNBC
























































