ACEH, BARAT, RMNEWS.ID- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Aceh Barat telah menghanguskan sekitar 8,5 hektare lahan gambut hingga Sabtu (26/10/2024). Karhutla ini terjadi sejak tiga hari terakhir dan masih dalam upaya pemadaman.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyampaikan, dari data dihimpun bahwa karhutla terjadi didua lokasi, pertama di Desa Deuah, Kecamatan Samatiga dan di wilayah Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan.
“Hingga hari ini sesuai data laporan Pusdalop PB BPBD Aceh Barat dua lokasi titik Karhutla. Pertama di Desa Deuah seluas 8 hektare dan di Suak Ribee kurang lebih 50 meter persegi,” ujarnya, mengutip Antara, Minggu 27 Oktober 2024.
Lokasi Karhutla pertama di temukan berdasar laporan masyarakat di Kecamatan Samatiga pada Kamis 24 Oktober 2024.
Kemudian titik api terbaru ditemukan di Suak Raya dan titik lokasi ini dilaporkan tidak jauh dari sebuah lembaga perguruan tinggi Akper Suak Ribee.
Namun, lokasi kedua ini cepat ditangani tim damkar sehingga tidak sempat terjadi pesebaran titik api atau meluas.
Namun untuk di Gampong Deuah, Kecamatan Samatiga proses pemadaman kemungkinan terus berlanjut.
“Untuk yang di Suak Ribee sudah tertangani dan Karhutla di Samatiga itu masih harus dilakukan serangkaian upaya pemadaman lanjutan sampai tuntas,” demikian T Ronald.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Antara























































