BATAM, RMNEWS.ID – Matcha adalah satu jenis teh hijau yang kerap disamakan dengan teh hijau biasa. Namun ternyata, terdapat perbedaan antara keduanya dalam aspek bentuk, proses pengelolaan, dan juga beberapa manfaatnya.
Lantas apa bedanya? Simak berikut ini untuk mengetahui perbedaan matcha dan green tea!
Perbedaan Matcha dan Green Tea
Melansir dari Halodoc, baik matcha maupun teh hijau berasal dari tumbuhan yang sama, yaitu Camellia sinensis. Ini merupakan tumbuhan yang juga menghasilkan jenis-jenis teh lain seperti teh hitam dan teh oolong.
Matcha merupakan salah satu jenis dari teh hijau dengan proses penumbuhan dan pemrosesan yang khusus.Perbedaan matcha dan green tea berada pada proses produksinya serta hasil akhir produk.
1. Pengolahan
Dalam proses pengolahan teh hijau, produsen teh akan memanen daun teh dan segera memanaskannya dengan cara mengukus, membakarnya di wajan, atau mengeringkan di bawah matahari. Tujuannya adalah untuk menghindari oksidasi daun agar tidak berubah warna menjadi cokelat. Setelah daun mengering, teh hijau siap untuk konsumsi.
Sementara itu, pengolahan matcha cenderung lebih hati-hati. Tumbuhan teh untuk matcha biasanya ditanam mendekati masa panen di area yang tidak terkena banyak matahari. Tujuannya adalah untuk mengontrol variabel produksi sehingga rasa dan karakteristik akhirnya sesuai dengan matcha pada umumnya.
Proses pengeringan matcha setelah panen juga harus secara cepat agar tidak terjadi oksidasi. Jika teh sudah kering, produsen akan menggiling daun tanpa batang dan serat daunnya agar menjadi bubuk. Warna normal untuk bahan ini adalah hijau terang, bukan hijau tua.
2. Rasa
Soal rasa, terdapat pula perbedaan antara matcha dan green tea. Teh hijau memiliki rasa yang cenderung sepat namun ringan dan menyegarkan. Sementara itu, matcha memiliki rasa sedikit pahit dan manis, dan tajam atau earthy. Orang-orang juga terkadang menyebut matcha sebagai bentuk teh hijau yang terkonsentrasi.
3. Produk akhir
Sebagai menu sehat, biasanya kamu akan mengonsumsi teh hijau dalam bentuk daun cacah atau teh kantong. Cukup dengan mencampurkan teh hijau dengan air panas, kamu bisa langsung menikmatinya sebagai minuman hangat. Beberapa orang lebih suka menambahkan gula, lemon, ataupun madu sebagai perasa.
Sementara itu, matcha umumnya bisa kamu dapatkan dalam bentuk bubuk untuk kemudian kamu campurkan dengan bahan lain. Pertama-tama air panas akan ditambahkan pada matcha untuk membentuk teh.
Terkadang, menggunakan alat pengocok dari bambu bisa membantu mengurangi gumpalan bubuk matcha dan membuat rasa minumannya lebih konsisten. Setelah itu, matcha dapat kamu kreasikan dengan tambahan susu untuk membuat matcha latte.
Matcha Lebih Sehat dari Green Tea?
Baik matcha maupun green tea memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh. Beberapa manfaatnya juga sama antara kedua produk tersebut, seperti:
- Menjadi sumber antioksidan.
- Meningkatkan fungsi kognitif dan memori.
- Meningkatkan metabolisme.
- Mencegah kerusakan sel kulit karena sinar matahari (photoaging).
Namun, karena matcha merupakan hasil dari penggilingan daun teh utuh, kamu akan mendapat konsentrasi teh yang lebih tinggi sehingga memberikan manfaat kesehatan yang lebih maksimal.
Itulah perbedaan keduanya. Jika disimpulkan, matcha adalah pemenang dari perbandingan ini, selain pengaplikasiannya yang lebih variatif, matcha juga memberi manfaat lebih maksimal dibandingkan dengan green tea atau teh hijau seperti yang dijelaskan diatas. Namun jika soal lebih praktis dan secara harga lebih terjangkau untuk semua kalangan, green tea lah yang jelas lebih unggul.
Editor: Andika
Sumber: Halodoc
























































