TASIKMALAYA, RMNEWS.ID – Sebuah kejadian yang semua orang tidak mungkin akan percaya akan perilaku tak sepantasnya oleh seorang guru honorer terjadi di sebuah sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Walagar di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sebut saja IB (56 tahun), oknum guru disekolah yang juga oknum anggota BPD Desa Singasari, Kecamatan Taraju telah kehilangan akal sehatnya, diduga tega telah melakukan pencabulan terhadap seorang gadis dibawah umur bernama Bunga. Anak yang masih berumur 14 tahun tersebut tidak lain adalah cucu dari IB sendiri, tapi tidak sedarah atau cucu tiri.
Eko, SH, selaku Kepala Dusun Walagar menceritakan awal terbongkarnya kasus tersebut.
Menurutnya, saat mendampingi korban diruang tunggu Mapolres bersamaan melapor ke unit PPA, Bunga menceritakan kepada Eko, SH bahwa dirinya selepas liburan dari Kota Bandung dan tidak mau kembali ke Walagar dengan alasan takut oleh IBRHM, yang tak lain adalah kakeknya sendiri.
Lalu, orang tua Bunga mempertanyakan alasan bunga takut oleh IB. Bunga pun menceritakan kelakuan bejat IB namun keluarganya tidak ada yang mempercayainya.
“Masa IB seorang guru dan tokoh masyarakat berbuat seperti itu” ucap Eko seperti menirukan ketidakpercayaan orang tua Bunga.
Untuk itu, keluarga bunga minta bukti terkait perbuatan IBRHM tersebut, hasilnya sebuah voice note dari IB pun terbongkar. Orang tuanya pun terkejut dengan isinya yang mana IB mengajak cucunya sendiri untuk melayani napsu bejatnya.
Atas kejadian tersebut, keluarga Bunga pun geram dan sempat menghakimi IB.
Namun untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, Eko Kurnia SH selaku Kepala Dusun Walagar segera menghubungi polisi setempat agar mengamankan pelaku dari amukan warga.
Kini pelaku telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Tasikmalaya untuk diproses lebih lanjut.
Sementara itu, Aep selaku Kepala Desa Singasari saat dihubungi melalui telepon WA membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa IB merupakan anggota BPD dan berprofesi selaku guru honorer di MI Walagar.
Senada dengan kasus ini, salah seorang pengurus madrasah yang tak ingin disebutkan namanya sangat menyayangkan kelakuan IB.
“Pihak sekolah madrasah melalui pengurus PGM sangat menyayangkan kejadian tersebut, padahal IB sudah lama mengajar di sekolah tersebut dan sudah sertifikasi” ungkapnya.
Editor: Andika
Laporan: Panca/Yos Wartawan RMnews.id Kab. Tasikmalaya
























































