JAKARTA, RMNEWS.ID – Netizen Singapura dibuat geram setelah warganya disebut bau amis karena jarang mandi di pagi hari oleh warganet Malaysia dan Indonesia. Warganet Singapura membela diri mereka dengan menyalahkan kondisi cuaca yang panas sehingga membuat tubuh mereka lebih mudah berkeringat dan bau.
Perdebatan ini bermula ketika konten kreator asal Malaysia, Steph Leong, mengkritik bahwa warga Singapura yang bau karena jarang mandi sebelum keluar rumah. Melalui akun TikTok miliknya, ia menyoroti kebiasaan ini yang menurutnya mengganggu kenyamanan di ruang publik.
Dalam videonya, Steph Leong secara blak-blakan mengatakan bahwa bau badan mereka “seperti seprai yang sudah berbulan-bulan tidak dicuci, bercampur dengan keringat dan minyak rambut.” Ia juga menyoroti pria milenial dan Gen Z di Singapura yang cenderung tidak mandi pagi, bahkan setelah selesai berolahraga. “Mandi pagi itu bentuk etika dasar terhadap orang-orang yang akan berinteraksi denganmu sepanjang hari,” ujarnya, dilansir dari Beritasatu.
Namun, kritik tersebut justru memicu beragam reaksi dari netizen Singapura. Alih-alih hanya mengakui atau menerima masukan, banyak yang merasa tersinggung dan menyerang balik . Beberapa membela diri dengan alasan “tidak semua orang bau” atau bahwa “mandi itu urusan pribadi.” Di sisi lain, ada pula yang mengakui bahwa bau badan di transportasi umum memang menjadi permasalahan.
“Jujur saja, siapa yang tahan dengan bau keringat orang di MRT pagi-pagi? Rasanya ingin muntah,” tulis seorang netizen.
“Sudah sering kejadian, berdiri di bus bersebelahan dengan orang yang sepertinya semalaman tidak terkena air,” sambung yang lain.
Sementara itu, netizen Indonesia dengan akun X @ainunnajib, yang tinggal di Singapura, turut menanggapi kontroversi ini. Ia membenarkan kritik Steph Leong dan mengaku pernah mengalami langsung situasi tersebut.
“Saya bisa bersaksi mengenai kondisi itu. Ayu-ayu dan ganteng-ganteng, tapi kok mambu kecut,” sindirnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tidak semua warga Singapura bau karena jarang mandi pagi. Hanya saja, sebagai negara maju dengan kondisi tropis yang panas dan lembap, menurutnya kebiasaan mandi pagi seharusnya menjadi standar untuk semua orang sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Untuk ukuran negara maju, warganya kaya, tinggal di daerah tropis yang panas dan gerah, kok ada yang tidak mandi. Itu sudah aneh banget, meski hanya sesekali,” katanya.
Editor : Adhya
Sumber : Beritasatu























































