MEDAN, RMNEWS.ID- Survei traffic index, Tomtom merilis data terbaru kota termacet di Indonesia tahun 2025. Untuk di Indonesia, Bandung urutan pertama, sementara di tingkat dunia Bandung urutan 12 kota termacet.
Urutan kedua, diduduki kota Medan sebagai kota termacet di Indonesia, Sementara, Medan masuk di peringkat 15 kota termacet di dunia.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas merespons data survei itu. Data tersebut menunjukkan bahwa Kota Medan menempati urutan kedua sebagai kota termacet di Indonesia, bahkan di atas Jakarta.
“Nah kita kembali ke Jakarta pernah jadi termacet ya, dan sekarang tidak lagi begitu ya dengan indikator tertentu,” kata Rico, Jumat (4/7/2025).
“Nah artinya Jakarta telah berubah moda transportasinya, busnya telah terintegrasi ya artinya Kota Medan harus bertransformasi,”imbuhnya.
Untuk itu, kata Rico, saat ini pihaknya sedang mengkaji sejumlah opsi. Misal seperti sistem ganjil genap kendaraan hingga opsi menyediakan moda transportasi seperti JakLingko.
“Misal ganjil genap, apabila diterapkan Kota Medan nah ini kita butuh kajian. Memungkinkah ready? Itu yang akan kami kaji,” kata dia.
“Tapi rencana terbaiknya adalah perbuahan sistem transportasinya. Sekarang bisa lihat bus listrik sudah nyaman. Nah tapi kan ada harapan lagi dari masyakat bagaimana bisa jangkau ke daerah yang lebih terdalam yang ga dijangkau bus listrik. Kalau misalnya ada bus yang lebih nyaman dan ukurannya tidak sebesar bus listrik, ukuran seperti angkot, kan itu menarik juga,” sambungnya.
Lantas, apakah akan ada penambahan bus listrik sebagai solusi?
Rico tidak menegaskan secara langsung soal penambahan ini. Yang pasti, kata dia, saat ini pihaknya sedang merancanakan pembangunan halte.
“Ada rencana pembangunan di arti tambahan, di titik-titik terminalnya. Artinya kalau sudah penambahan tersebut, moda transportasi berubah, kalau sudah berubah pastinya ada penambahan ke depannya,” kata dia.
“Apakah dengan ukuran yang sama? Itu dalam kajian kami. Nah saya lebih mendorong yang bagaiamana bisa masuk ke daerah terdalam. Supaya masyakarat bisa dapat benefit,” tutupnya.
Editor: Gusti Rangga
Laporan: Supriadi MY Wartawan RMNEWS.ID Korwil Aceh & Sumut.
























































