BABEL, RMNEWS.ID- Seorang bocah sekolah dasar di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan meninggal dunia usai diduga mengalami perundungan di Sekolah tempat ia belajar.
Korban sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit namun nahas nyawanya tidak tertolong.
Bocah kelas 5 ini diduga menjadi korban perundungan teman sekelasnya di SDN 22 Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung (Babel).
Korban berinisial ZH berusia 10 tahun diduga dibully/dirundung oleh teman-temannya di sekolah.
Korban meninggal pada Minggu, 27 Juli 2025. Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit.
Korban diduga mengalami perundungan secara verbal dan fisik oleh enam teman kelasnya yang sama-sama masih di bawah umur.
Berdasarkan informasi, peristiwa yang merenggut nyawa korban ini, berawal dari saling ejek nama-nama orang tua yang berujung pengeroyokan terhadap korban.
Korban mengalami luka di bagian kepala dan perut hingga muntah-muntah. Korban dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis namun nahas nyawanya tak tertolong.
“Kami belum bisa menyimpulkan apakah benar korban meninggal dunia karena perundungan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, Selasa, 29 Juli 2025, dikutip dari Liputan6.
Keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Dari informasi keluarga korban, ada enam pelaku yang melakukan perundungan terhadap korban.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Liputan6
























































