JAKARTA, RMNEWS.ID- Badai Melissa menerjang Jamaika pada Selasa (28/10/2025) dengan kekuatan dahsyat.
Angin kencang mencapai 295 kilometer per jam disertai hujan deras menyebabkan banjir besar, tanah longsor, dan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah barat daya pulau itu.
Pemerintah Jamaika menyebut Melissa sebagai badai Kategori 5, salah satu yang terkuat dalam sejarah Atlantik. Badai tersebut membuat atap rumah beterbangan dan batu-batu besar berjatuhan ke jalan di wilayah New Hope.
Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness mengatakan tidak ada infrastruktur di negaranya yang mampu menahan kekuatan badai sebesar itu.
“Pertanyaannya sekarang adalah seberapa cepat kita bisa pulih. Itulah tantangannya,” ujar Holness, dikutip dari AP News pada Rabu (29/10/2025).
Wakil Ketua Dewan Manajemen Risiko Bencana Jamaika, Desmond McKenzie, menyebut sejumlah keluarga terjebak banjir di komunitas Black River, Jamaika barat.
Upaya penyelamatan belum bisa dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem.
“Atap-atap beterbangan. Kami berharap situasi segera membaik agar tim penyelamat bisa menjangkau mereka,” kata McKenzie.
Ia menambahkan, paroki St. Elizabeth menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak dengan banyak rumah terendam. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
McKenzie menyebut badai Melissa Jamaika sebagai badai terkuat yang melanda Jamaika dalam 174 tahun terakhir.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: AP News
























































