JAKARTA, RMNEWS.ID- Hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kabar kedatangan debt collector terkait cicilan mobil mewah.
Padahal, sebelumnya keduanya sempat terlihat membaik pasca-kegagalan rumah tangga mereka.
Ruben dan Sarwendah diketahui menikah pada 22 Oktober 2013 dan dikaruniai dua anak, Thalia dan Thania, serta mengangkat anak bernama Betran Putra Onsu dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, pernikahan tersebut kandas setelah Ruben menggugat cerai Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Juni 2024, dan resmi bercerai pada 24 September 2025.
Pada 14 November 2025, Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Siwu dan Abraham Simon, memberikan pernyataan terbuka terkait kejadian yang menegangkan tersebut.
Abraham menjelaskan bahwa pada 7 November 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, lebih dari dua debt collector mendatangi rumah Sarwendah. Mereka menagih cicilan satu unit Land Rover atau Range Rover yang diklaim memiliki tunggakan.
“Klien kami tentu kaget, apalagi ada anak-anak,” ujar Abraham Simon dikutip dari Insert Live.
Ia menegaskan bahwa cicilan mobil mewah tersebut tidak terkait dengan Sarwendah.
“Unit ini bukan atas nama klien kami dan diperoleh di luar masa perkawinan. Jadi, seharusnya tidak ada kaitannya,” tegasnya.
Chris Siwu menambahkan bahwa Sarwendah tidak memiliki utang apa pun, termasuk cicilan kendaraan.
“Debt collector memang mencari mantan suami, tetapi kenapa sampai ke rumah klien kami, itu informasi salah,” ujarnya.
Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, ikut memberikan tanggapan atas munculnya isu penagihan utang tersebut.
Ia menyampaikan bahwa masalah seperti ini seharusnya diselesaikan secara pribadi tanpa perlu diumumkan kepada publik.
“Kalau tujuannya menekankan Ruben tidak mampu ekonomi, itu tidak bijak. Masalah ini bisa diselesaikan secara private,” jelasnya.
Minola juga menambahkan bahwa mobil yang ditagih sebenarnya berada di bengkel, bukan di rumah Ruben maupun Sarwendah.
Ia turut menyinggung prosedur penagihan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengharuskan adanya surat peringatan sebelum kunjungan fisik dilakukan oleh debt collector.
Meski hubungan keduanya sempat membaik setelah perceraian, insiden ini kembali memancing spekulasi publik mengenai kondisi komunikasi Ruben dan Sarwendah.
Baik pihak Sarwendah maupun Ruben berharap masalah pribadi tersebut tidak diperkeruh oleh informasi yang keliru.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Insert Live
























































