BENGKULU, RMNEWS.ID- Bencana kebakaran melanda Pasar Karmia Jaya di Kelurahan Simpang Kandis, Kota Bengkulu, pada Selasa (26/11/2025) sore.
Kobaran api dilaporkan menjalar sangat cepat, menghanguskan lapak serta kios pedagang yang berada di area tengah pasar, memicu kepanikan warga sekitar.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu langsung merespons laporan dan mengerahkan 10 armada mobil pemadaman untuk menjinakkan api.
Namun, angin kencang serta dominasi material mudah terbakar di lapak pedagang membuat proses pemadaman berjalan sulit dan berisiko.
Petugas berjibaku di lapangan selama 3 jam, hingga akhirnya api berhasil dijinakkan setelah sekitar 3 jam operasi pemadaman berlangsung.
“Ada sekitar 30-an kios yang terbakar,” ujar petugas Damkar, Yuandi dikutip dari Viva.
Berdasarkan pantauan petugas, sedikitnya 30 kios dan lapak pedagang beserta barang dagangan, perlengkapan usaha, dan aset penunjang jual beli ludes terbakar.
Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, bahkan disebut berpotensi menembus angka ratusan juta hingga miliaran rupiah jika memperhitungkan modal usaha, stok barang, dan kerusakan infrastruktur.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Saat kebakaran terjadi, sebagian besar pedagang sudah meninggalkan pasar karena aktivitas jual beli di Pasar Karmia Jaya hanya berlangsung hingga siang hari.
Situasi ini membantu meminimalkan risiko korban, meski api sempat menjadi tontonan yang menakutkan bagi warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, sumber api penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap asal mula api dan faktor pemicu kebakaran di pasar tersebut.
“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini,” ungkap salah satu sumber kepolisian yang berada di lokasi penanganan.
Tim identifikasi juga tengah mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV di sekitar kawasan pasar, serta analisis titik awal api guna mempercepat penetapan penyebab peristiwa.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Viva
























































