LANGKAT, RMNEWS.ID- Sebanyak 86 kepala keluarga (KK) warga Dusun Karya Baru, Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, masih bertahan di pengungsian di Balai Desa Secanggang, hingga Kamis (27/11/2025).
Mereka mulai mengungsi sejak Rabu (26/11/2025) malam, karena permukiman mereka tergenang banjir setinggi 100–150 cm (1 hingga 1,5 meter) di area yang juga dikenal masyarakat sebagai Paluh Riau.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Desa Secanggang, Tengku Syaiful Anhar.
Syaiful mengungkapkan, hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur Kabupaten Langkat sejak empat hari terakhir, bahkan telah berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Kondisi ini menyebabkan banjir meluas ke sejumlah wilayah dengan ketinggian air yang bervariasi.
Hingga saat ini, hujan masih turun, berkisar dari sedang hingga lebat, sehingga menyulitkan air untuk segera surut.
Tengku Syaiful mengatakan, sekitar 400 jiwa warganya ikut terdampak dan mengungsi. Awalnya mereka berlindung di Masjid Aziziyah, lalu dievakuasi ke balai desa demi keselamatan dan pemantauan yang lebih baik.
“Sekitar 400-an jiwa warga saya mengungsi. Mereka makan seadanya, ada bahan makanan seperti mie instan, telur, air mineral dari kami dan juga bantuan warga sekitar yang berempati,” ujar Syaiful.
Di lokasi pengungsian juga terdapat balita dan bayi berusia 2 bulan, yang membutuhkan selimut, selimut bayi, dan makanan khusus balita.
Kepala desa bersama Sekretaris BPD Erdianto dan perangkat desa terus berada di balai desa untuk memastikan warga terpantau, aman, dan mendapat perhatian.
Syaiful juga mengungkap bahwa hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
Namun, pemerintah desa bergerak cepat secara mandiri dengan dukungan pedagang dan warga lokal, seperti Badrul Helmi, H. Isnaini, serta masyarakat lain yang ikut membantu.
“Terima kasih kepada warga yang sudah membantu saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga dibalas kebaikannya,” ucapnya.
Selain merendam rumah, banjir juga menghentikan aktivitas kerja dan perputaran ekonomi warga. Mereka tidak bisa bekerja seperti biasa, sehingga pendapatan harian terhenti.
Syaiful berharap banjir segera surut, cuaca cepat membaik, dan aktivitas ekonomi kembali normal.
“Saya berharap banjir ini segera berlalu, agar warga dapat kembali beraktivitas dan roda ekonomi berjalan lagi,” pungkasnya.
Redaktur: Gusti Rangga
Laporan: Supriyadi MY RMNEWS.ID Sumut























































