JAKARTA, RMNEWS.ID- Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh mulai surut, namun meninggalkan tumpukan lumpur yang menjadi tantangan berat bagi warga.
Banyak rumah belum bisa ditempati kembali sebelum proses pembersihan selesai dilakukan.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menargetkan proses pembersihan lumpur di seluruh wilayah terdampak dapat tuntas sebelum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Diana menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan secara bertahap sambil memeriksa seluruh infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor. Ia memastikan akses ke beberapa daerah kritis kini sudah kembali dapat dilalui.
“Sekarang tinggal pembersihan. Kami juga meninjau kondisi jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan untuk diidentifikasi dan diperbaiki,” ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (4/12/2025).
Dengan terbukanya akses darat, pengiriman bantuan logistik kini dapat dilakukan lebih cepat. Sementara itu, jalur udara tetap dioperasikan guna memperlancar distribusi bantuan ke wilayah yang masih sulit dijangkau.
“Masuk ke Aceh Tamiang sudah bisa, ke Sibolga juga jalannya sudah ada. Jadi pengangkutan logistik ke daerah-daerah itu Insyaallah sudah dapat dilakukan,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan konektivitas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembukaan seluruh akses darat disebut sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana kali ini.
Kementerian PU juga menambah alat berat dan personel untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.
Sinergi dilakukan bersama BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berlangsung efektif dan responsif.
Upaya pemulihan darurat ini dilaksanakan selama 24 jam, mengingat pentingnya membuka akses demi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dengan perbaikan jalur transportasi yang terus dilakukan, pemerintah berharap seluruh wilayah terdampak dapat pulih secara bertahap.
Fokus saat ini ialah memastikan warga bisa segera kembali ke rumah mereka dan memulai kembali aktivitas secara normal.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Antara























































