BANTUL, RMNEWS.ID- Di tengah duka mendalam akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, aksi solidaritas terus mengalir dari berbagai penjuru Indonesia.
Salah satu bentuk kepedulian datang dari sebuah warung makan khas Aceh di Bantul, Yogyakarta, bernama Keumala Jogja, yang menggratiskan seluruh menu untuk mahasiswa perantauan asal Aceh.
Pemilik warung, Lola, mengatakan bahwa program makan gratis ini digagas karena rasa empatinya terhadap kondisi tanah kelahirannya. Para mahasiswa hanya perlu menunjukkan KTP Aceh untuk bisa menikmati makanan tanpa dipungut biaya.
“Program ini diberikan karena saya merasa prihatin dengan keadaan di Aceh. Sebagai warga asli Aceh, saya memahami kondisi masyarakat terdampak, terutama mahasiswa perantauan yang mungkin kesulitan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya, Jumat (5/12/2025), dikutip dari Suara.
Lola menegaskan bahwa layanan makan gratis berlaku setiap hari tanpa batas waktu. Mahasiswa dapat makan siang, makan sore, atau makan malam, bahkan boleh membawa pulang makanan apa pun yang tersedia.
“Bebas mau makan apa saja di sini, boleh makan di tempat atau dibungkus. Tapi khusus untuk pemegang KTP Aceh,” sambungnya.
Menu yang disajikan di Keumala Jogja seluruhnya merupakan masakan khas Aceh yang diolah sendiri oleh Lola, mulai dari kuah beulangong, mie Aceh, hingga ayam tangkap. Ia mengaku memasak sendiri karena sudah hobi sejak kecil.
Program ini lahir dari pengalaman pribadi Lola yang menjadi yatim piatu akibat tsunami Aceh pada 2004. Kejadian itu meninggalkan luka panjang dan membuatnya sangat memahami penderitaan korban bencana.
“Saya tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga, kehilangan rumah. Karena itu layanan makan gratis ini akan terus kami sediakan sampai kondisi di lokasi bencana pulih,” tuturnya.
Program ini disambut penuh haru oleh mahasiswa Aceh di Yogyakarta. Helda Novita, salah satu mahasiswi, mengaku sangat tertolong karena kondisi perekonomian keluarganya di kampung halaman sedang terganggu akibat bencana.
“Orang tua di sana pasti kesulitan ekonomi, apalagi harus mengirim uang ke kami. Sekarang kami sedikit tenang dan bersyukur karena ada aksi peduli ini,” ujarnya.
Mahasiswi lainnya, Alifia Az Zuhra, menyebut program ini mengurangi rasa khawatir mereka selama menempuh pendidikan.
“Kondisi di sana sulit, kiriman uang juga terganggu. Dengan adanya aksi peduli ini, kami tidak takut lapar dan bisa lebih fokus kuliah,” katanya.
Aksi solidaritas Keumala Jogja ini menjadi contoh nyata kepedulian sesama anak bangsa, menguatkan mahasiswa Aceh yang sedang berjuang jauh dari keluarga di tengah bencana yang melanda wilayah asal mereka.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Suara
























































