LINGGA, RMNEWS.ID- Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bulan Desember 2025 di Desa Mepar, Kabupaten Lingga, berlangsung lancar dan tertib.
Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Mepar, Selasa (09/12/2025) dan dihadiri oleh Babinsa Sertu Andrianto, Bhabinkamtibmas Briptu Tomi Azwar, Pendamping Desa Herdoni, Kasi Kesra Aminudin, Bendahara Desa Mazlinda, Sekretaris BPD Dayat dan para keluarga penerima manfaat.
Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo, berhalangan hadir karena sedang mengikuti agenda lain.
Meski demikian, proses penyaluran berjalan tanpa kendala dan menandai tuntasnya distribusi BLT DD untuk tahun 2025.
Sebanyak 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp300.000 per keluarga.

Bantuan rutin bulanan tersebut merupakan upaya pemerintah desa untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama di penghujung tahun.
Salah satu penerima manfaat, Johari, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa.
“Semoga tahun depan dapat disalurkan lagi bantuan seperti ini karena sangat membantu bagi kami,” ujarnya.
Pendamping desa, Herdoni, turut memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah desa yang telah menyalurkan BLT DD secara tuntas dan transparan.
“Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah desa, pendamping desa, BPD, serta semua unsur yang terlibat bisa terus berjalan, tidak berhenti sampai di sini,” katanya.

Selain penyaluran BLT DD, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan insentif bagi kader posyandu, guru PAUD, guru ngaji, dan petugas kebersihan. Seluruh insentif tersebut bersumber dari Dana Desa.
Sementara itu, Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo saat dikonfimasi melalui pesan WhatsApp, memastikan bahwa penyaluran BLT DD untuk tahun 2025 telah tuntas.
“Tugas perangkat desa kaitannya dengan penyaluran BLT DD tahun 2025 ini telah selesai. Untuk tahun depan kita masih menunggu kebijakan baru dari pemerintah pusat,” ujar Faif Sundoyo.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Faif Sundoyo menambahkan, pihaknya memohon maaf kepada para ketua RT dan RW, karena insentif bagi mereka belum dapat disalurkan. Hal itu terjadi akibat dana dari pemerintah kabupaten yang belum ditransfer.
“Saya minta maaf karena memang anggaran untuk insentif ketua RT dan RW belum ditransfer dari pemerintah kabupaten. Kami pemerintah desa akan berupaya agar dana itu segera cair dan bisa direalisasikan kepada RT, RW, serta kegiatan pemberdayaan lainnya,” tutup Faif Sundoyo.
Dengan tuntasnya penyaluran BLT DD 2025, Pemerintah Desa Mepar berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga menjelang tahun yang baru.**
Redaktur: Gusti Rangga
























































