JAKARTA, RMNEWS.ID- Militer Amerika Serikat meluncurkan operasi militer besar-besaran bertajuk “Hawkeye Strike” (Serangan Mata Elang) yang menargetkan puluhan lokasi ISIS di Suriah tengah.
Operasi ini diperkuat oleh keterlibatan jet tempur dari Angkatan Bersenjata Yordania yang bergabung dalam serangan udara gabungan tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi ini merupakan aksi balasan tegas atas tewasnya dua tentara AS dan seorang penerjemah dalam insiden di Palmyra pada pekan lalu.
Komando Pusat Militer AS (Centcom) mengerahkan kekuatan penuh dalam operasi ini, mulai dari jet tempur, helikopter serbu, hingga artileri.
Menurut laporan resmi, lebih dari 100 amunisi presisi telah diluncurkan untuk menghancurkan infrastruktur vital dan gudang persenjataan milik kelompok ISIS.
Keterlibatan Yordania dinilai menjadi kunci suksesnya operasi ini. “Angkatan Bersenjata Yordania memberikan dukungan signifikan dengan pesawat tempur mereka,” ungkap pernyataan resmi Centcom, dikutip dari CNA, Sabtu (20/12/2025).
Menariknya, operasi militer ini telah mendapatkan “restu” dari Presiden Suriah, Ahmad Al Sharaa. Hal ini menandakan adanya koordinasi tingkat tinggi dalam upaya pemberantasan kelompok teror di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Suriah menegaskan komitmen Damaskus untuk menyapu bersih sisa-sisa kekuatan ISIS.
“Republik Arab Suriah menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk memerangi ISIS dan memastikan bahwa mereka tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di wilayah Suriah,” tulis pernyataan resmi Kemlu Suriah.
Hingga saat ini, pejabat AS mengonfirmasi bahwa puluhan target di Suriah tengah telah berhasil dihantam.
Namun, baik pihak Centcom maupun pemerintah Suriah belum merilis rincian resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka, baik dari sisi militan maupun kemungkinan adanya dampak sipil.
Meskipun mendapat dukungan politik dari Damaskus, belum ada informasi lebih lanjut apakah pasukan darat Suriah terlibat langsung dalam kontak senjata dalam operasi Hawkeye Strike ini.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: CNA























































